SUKABUMISATU.com – Aksi kekerasan jalanan kembali membayangi wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebanyak tiga orang pelajar dilaporkan menjadi korban pembacokan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di Kampung Pamuruyan RT 04/01, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis malam, 11 Juni, sekitar pukul 21.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, Cibadak, untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif akibat luka pembacokan serius di beberapa bagian tubuh.
Data Korban Pembacokan (Inisial)
Pihak terkait telah mengidentifikasi data ketiga korban yang rata-rata masih berusia remaja. Berikut adalah data lengkap para korban:
P alias A (17) warga kampung Pamuruyan RT 02/01, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi yang berstatus sebagai pelajar di SMKN 1 Cibadak mengalami luka bacok pada bagian pergelangan tangan sebelah kanan.
Sedangkan RI warga kampung Babakan Anyar Kelurahan Cibadak mengalami luka bacok tepat di pergelangan tangan sebelah kiri. Dan Re (17) mengalami luka serius di bagian kepala. Ketiga korban dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan.
Kesaksian Ketua RW: “Baru Pertama Kali Terjadi”
Suasana di IGD RSUD Sekarwangi tampak penuh sesak oleh pihak keluarga, kerabat korban, serta aparat kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan.
Berdasarkan rekaman video 1000504915.mp4, Ketua RW 01 Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Pak Maman, membenarkan bahwa salah satu korban merupakan warganya. Kendati demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi awal peristiwa berdarah tersebut.
”Kejadiannya kurang begitu jelas. Cuma begitu setelah kejadian, warga laporan ke saya, ‘Pak RW, warganya ada yang kena musibah’. Saya cepat-cepat langsung menuju ke sini (RSUD Sekarwangi),” ujar Pak Maman saat ditemui di depan ruang IGD.
Pak Maman menambahkan, setibanya di rumah sakit, kondisi sudah sangat ramai sehingga ia kesulitan untuk berkomunikasi langsung dengan korban. Dari ketiga korban yang ada, ia memastikan hanya satu orang yang merupakan warganya.
”Banyak dari wartawan juga, dari anggota Polsek juga banyak. Yang musibah itu warga saya (P) yang kena bacok tangannya, warga RW 01. Kalau yang dua lagi, saya tidak kenal,” tuturnya pada sukabumisatu.com.
Menurut Maman, aksi pembacokan seperti ini sangat jarang terjadi di wilayahnya. Peristiwa malam ini menjadi kasus pertama sejak dirinya menjabat sebagai ketua RW selama satu setengah tahun terakhir.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Buru Pelaku
Merespons insiden berdarah yang meresahkan warga ini, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Bripka Rizal Ardyanto, S.H., M.H. membenarkan adanya peristiwa pembacokan yang menimpa tiga pelajar tersebut dan menyatakan kasus ini sedang dalam penanganan intensif.
”Kami sudah menerima laporan terkait kejadian penganiayaan atau pembacokan ini. Anggota kami langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian,” tegas Bripka Rizal Ardyanto.
Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk segera mengungkap motif di balik penyerangan ini dan memburu para pelaku yang melarikan diri.
”Saat ini pengejaran terhadap pelaku yang belum diketahui identitasnya (OTK) sedang berjalan. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Jika ada warga yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait kejadian ini, silakan segera laporkan kepada kami,” pungkasnya.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra












