Cicurug Darurat Narkoba? Santri dan Warga Kepung Jalan Siliwangi, Desak Polisi Bongkar Bandar Besar

Aksi Santri Turun ke Jalan Meminta Polisi Tegas Urus Narkoba di Cicurug. Sabtu, (30/05/2026).

SUKABUMISATU.com – Gema shalawat memecah kebisingan arus lalu lintas di Jalan Raya Siliwangi, tidak jauh dari Stasiun Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu siang (30/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, ini bukan pawai keagamaan biasa. Puluhan warga dan santri yang melebur dalam gerakan Bani Adam Cicurug turun ke jalan, membawa keresahan yang sudah lama dipendam: gurita peredaran narkotika yang kian mengancam masa depan wilayah mereka.

​Aksi unjuk rasa ini menjadi sinyal kuat adanya kejenuhan dan kekhawatiran akut di tengah masyarakat Cicurug terhadap peredaran barang haram tersebut, yang diduga kuat kian merangsek masuk ke lingkungan remaja dan pesantren.

Gerakan Moral di Jalur Protokol

​Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, massa aksi memanfaatkan momentum akhir pekan untuk menarik perhatian publik dan aparat penegak hukum. Sembari melantunkan shalawat sebagai simbol doa pembersihan wilayah, mereka juga membentangkan tuntutan agar pihak kepolisian tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga berani membongkar jaringan kakap di balik peredaran narkoba di Cicurug.

Baca Juga  Diterjang Cuaca Ekstrem, Atap Rumah Warga di Cicurug Ambruk

​Dampak dari aksi ini, urat nadi transportasi yang menghubungkan Sukabumi dan Bogor sempat mengalami kelumpuhan parsial. Kendaraan dari kedua arah merayap pelan akibat massa yang menyuarakan aspirasinya di bahu jalan.

​”Kami Ingin Sehat, Bukan Dekat Narkoba”

​Di sela-sela aksi, SUKABUMISATU.com berhasil mewawancarai salah seorang peserta aksi yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan. Ia mengungkapkan bahwa aksi ini murni panggilan nurani karena kondisi di lingkungan sekitar dinilai sudah masuk rawan satu.

​”Ini bentuk kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda. Kami anak-anak, para santri, ingin tumbuh dengan sehat, bukan didekatkan dengan narkoba. Kami melihat gejalanya sudah semakin mengkhawatirkan di lingkungan sehari-hari,” ujarnya dengan nada getir.

Catatan Investigatif: Cicurug Jadi Jalur Merah Peredaran?

​Posisi geografis Cicurug sebagai pintu gerbang Kabupaten Sukabumi yang berbatasan langsung dengan Bogor menjadikannya wilayah yang sangat strategis, namun di sisi lain, sangat rentan. Pengamat sosial lokal menilai, kawasan industri dan mobilitas kaum urban yang tinggi di Cicurug kerap dimanfaatkan oleh jaringan pengedar sebagai pasar potensial sekaligus jalur transit narkotika.

Baca Juga  Janji Dana Abadi RT Kandas di Balai Kota, Ayep Zaki Bongkar Borok Fiskal Sukabumi AMPH RI Preteli Data Hoaks Orator

​Massa aksi secara tersirat mendesak agar aparat kepolisian, khususnya Satres Narkoba Polres Sukabumi, melakukan langkah-langkah luar biasa (extraordinary measures), bukan sekadar penangkapan pengguna eceran, melainkan memotong rantai pasok (supply chain) langsung dari para bandar utamanya.

Respons Aparat dan Kondusivitas Lapangan

​Menyikapi gelombang massa tersebut, sejumlah personel kepolisian dari Polsek Cicurug dan Polres Sukabumi tampak bersiaga penuh di lokasi. Petugas kepolisian sibuk membagi fokus antara mengamankan jalannya orasi dan mengurai kemacetan lalu lintas agar roda ekonomi tidak mandek total.

​Hingga massa membubarkan diri secara tertib menjelang sore hari, situasi dipastikan aman dan kondusif tanpa ada insiden gesekan fisik. Namun, kendati aksi telah usai, “bola panas” kini berada di tangan aparat penegak hukum.

Baca Juga  Penyebab Kematian Dinilai Janggal, Makam Wanita di Caringin Sukabumi Dibongkar

​Akankah aksi moral dari para santri dan warga Bani Adam Cicurug ini dijawab dengan gebrakan nyata pemberantasan narkoba oleh kepolisian, ataukah hanya akan menguap begitu saja sebagai angin lalu di jalur Siliwangi? Kita tunggu pembuktiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *