SUKABUMISATU.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang dibarengi angin kencang kembali memicu bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, sebuah rumah milik warga di Kampung Cibilik RT 03/07, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, dilaporkan mengalami kerusakan serius setelah atapnya ambruk, Rabu (1/4/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tersebut menimpa kediaman Puloh (56). Bagian dapur rumah yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan lima jiwa itu tak kuasa menahan hantaman angin kencang hingga roboh seketika.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug, M. Rizki, mengungkapkan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama rapuhnya konstruksi atap tersebut.
”Kondisi cuaca memang sedang ekstrem. Curah hujan tinggi dan angin kencang membuat bagian atap dapur tidak mampu menahan beban dan terpaan angin hingga akhirnya roboh. Selain atap, tembok penahannya juga terpantau hampir ikut ambruk,” ujar M. Rizki saat dikonfirmasi, Kamis pagi, (02/04/2026).
Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini. Namun, pemilik rumah harus merugi karena area dapur kini tidak bisa digunakan sama sekali untuk aktivitas sehari-hari.
Sesaat setelah kejadian, tim gabungan yang terdiri dari P2BK Cicurug, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, hingga relawan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan assessment.
”Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk penanganan awal. Saat ini material bangunan yang ambruk memang belum dievakuasi seluruhnya,” tambah Rizki.
Pihak P2BK juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga Sukabumi, mengingat cuaca buruk masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Untuk saat ini, korban sangat membutuhkan bantuan material bangunan, khususnya genteng atau asbes, agar bagian dapur yang rusak bisa segera diperbaiki dan dihuni kembali dengan aman,” pungkasnya.
Reporter: Chuba Yusuf
Editor: Demi Pratama Adiputra











