SUKABUMISATU.com — Arus lalu lintas di kawasan Tanjakan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami kemacetan panjang pada Jumat pagi (22/05/2026). Kemacetan parah ini dipicu oleh dua kendaraan besar yang mengalami mogok secara bersamaan di jalur utama Sukabumi–Bogor.
Untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terus mengular, petugas Satlantas Polres Sukabumi terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup di kedua arah.
Kronologi: Dinamo Starter Terbakar di Tengah Tanjakan
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kemacetan mulai terjadi sejak pagi hari akibat sebuah truk tronton Hino bermuatan material tanah dan satu unit kendaraan wing box mengalami gangguan tepat di Tanjakan Pamuruyan, depan Klinik 24 Jam Kecamatan Cibadak.
Salah seorang sopir truk material, Alex (50), menceritakan bahwa kendaraannya mendadak mati total saat sedang berjuang menanjak ke arah Jakarta.
”Tiba-tiba kendaraan tidak bisa distarter saat di tanjakan. Setelah dicek, ternyata dinamo starter-nya terbakar,” ujar Alex, sopir truk bernomor polisi B 9905 MNP tersebut.
Tak berselang lama, sebuah kendaraan wing box dengan nomor polisi F 9698 FE juga mengalami gangguan teknis di lokasi yang sama. Posisi kedua kendaraan besar yang menghalang sebagian badan jalan ini langsung membuat arus lalu lintas terkunci.
Ekor Kemacetan Mencapai Exit Tol Bocimi
Pantauan langsung SUKABUMISATU.com di lokasi menunjukkan antrean kendaraan dari kedua arah sudah sangat mengular:
Dari arah Sukabumi Kota: Antrean kendaraan mengular hingga mencapai wilayah Desa Karangtengah.
Dari arah Bogor: Kepadatan kendaraan memanjang mulai dari kawasan Exit Tol Bocimi Parungkuda.
Untuk meminimalisir kelumpuhan total, petugas kepolisian bersama instansi terkait langsung melakukan rekayasa arus lalu lintas. Sistem buka-tutup diterapkan di dua titik krusial:
Arah Sukabumi menuju Bogor: Penyekatan dan pengaturan dilakukan di kawasan Jembatan Pamuruyan.
Arah Exit Tol Bocimi/Bogor menuju Sukabumi: Pengaturan dilakukan di depan MAN 1 Sukabumi Cibadak.
Keluhan Sopir Angkot: Penumpang Banyak yang Terlambat Kerja
Kondisi ini tentu saja dikeluhkan oleh para pengguna jalan, terutama para sopir angkutan umum yang membawa karyawan pabrik di sekitar jalur nasional tersebut.
Asep (45), salah seorang sopir angkot jurusan Cibadak–Cicurug, mengaku mengelus dada karena pendapatannya ikut terdampak akibat terjebak macet berjam-jam.
”Dari pagi sampai sekarang masih macet. Kasihan penumpang, banyak yang terlambat berangkat kerja ke pabrik karena kendaraan benar-benar sulit bergerak,” keluh Asep.
Imbauan untuk Pengendara
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kedua truk besar tersebut masih diupayakan di lokasi kejadian. Petugas kepolisian terpantau masih bersiaga mengatur jalannya arus lalu lintas.
Bagi Anda yang hendak melintasi jalur Cibadak-Parungkuda, diimbau untuk tetap bersabar, mematuhi arahan petugas di lapangan, atau mencari jalur alternatif melalui Nagrak atau Cicurug jika memungkinkan. (SS)








