SUKABUMISATU.com — Sebanyak 160 peserta ditambah 10 peserta admin dari enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah VI Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, mengikuti Pelatihan Penjamah Makanan yang digelar oleh Yayasan Gunung Gede Bersahaja dan Yayasan Satria Prasada di halaman GOR Surade, Selasa (14/10/2025).
Pelatihan satu hari ini dibagi ke dalam tiga sesi, yakni pretest, penyampaian materi, dan post-test. Fokus utama kegiatan adalah peningkatan kebersihan, keamanan, dan keterampilan dalam pengolahan bahan pangan.
Peserta mendapat materi tentang cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan, mencakup cemaran fisik, biologi, kimia, serta alergen. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai pencegahan kontaminasi, mulai dari menjaga kebersihan alat dan bahan, menghindari penggunaan zat berbahaya, hingga penerapan sanitasi dan penyimpanan pangan sesuai standar.
Danramil 0622-14 Surade, Kapten Infanteri Dikdik, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk menjaga keamanan pangan di lingkungan SPPG.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para penjamah makanan agar mampu mengolah dan menyajikan makanan yang higienis dan sehat bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung terkait penjamahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga menjaga kebersihan dapur.
Di akhir kegiatan, para peserta akan memperoleh sertifikat kelayakan higiene dan sanitasi sebagai bentuk pengakuan kompetensi.
Ketua Yayasan Gunung Gede Bersahaja, Rima Triyana, SH, menjelaskan pentingnya memahami seluruh tahapan pengolahan makanan agar terhindar dari risiko keracunan.
“Alhamdulillah, hingga kini kedua yayasan belum pernah mengalami kasus keracunan massal. Ini harus terus kita jaga. Dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, proses memasak, hingga penyajian semuanya harus memenuhi standar keamanan pangan,” katanya.
Sementara itu, narasumber dr. Hj. Solitaire Engine Fransica Ram Moses menuturkan bahwa pelatihan ini menekankan aspek keamanan pangan dan keterampilan teknis dalam pengolahan makanan bergizi.
Dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Yuswandi dari Puskesmas Surade menyampaikan bahwa seluruh kepala SPPG telah mendapatkan pendidikan selama 3–7 bulan dan dibimbing oleh ahli gizi. Menu yang disusun pun didasarkan pada perhitungan gizi yang tepat agar makanan yang diberikan aman, bergizi, dan layak konsumsi.
Hadir pula narasumber lainnya, yakni Irpan Ardiansyah, S.ST, dan Didi Sukmadi, A.MKL, serta unsur Muspika, TNI, Polri, dan perwakilan dari Puskesmas Surade, Cimanggu, serta PGRI.
Reporter: Maulana
Editor: Demi Pratama












