SUKABUMISATU.com | KOTA SUKABUMI – Kekecewaan di tingkat akar rumput Kota Sukabumi kini mencapai titik didih. Merasa hanya dijadikan ‘komoditas politik’ saat pemilihan dan dilupakan setelahnya, ratusan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kota Sukabumi bersiap menggeruduk Kantor DPRD Kota Sukabumi. Rabu, (20/05/2026) besok.
Langkah turun gunung ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah ultimatum keras dan bentuk perlawanan moral untuk menagih tumpukan ‘janji manis’ Wali Kota Sukabumi yang hingga kini dinilai mangkir dari realisasi.
Bagi para pengurus lingkungan, Pemerintah Kota Sukabumi telah kehilangan komitmennya. Audiensi terbuka yang akan segera digelar ini menjadi ruang peradilan publik bagi kebijakan Wali Kota, sekaligus ujian bagi DPRD; apakah mereka benar-benar wakil rakyat atau sekadar stempel eksekutif.
Massa RT dan RW datang tidak dengan tangan kosong. Mereka membawa empat tuntutan krusial yang dianggap sebagai utang politik penguasa yang harus segera dilunasi:
Penyelamatan Program P2RW: Menolak penghapusan atau pelemahan Program Pemberdayaan Rukun Warga yang selama ini menjadi napas pembangunan warga.
Stop Keterlambatan Insentif: Menuntut hak insentif pengurus lingkungan dibayarkan tepat waktu, bukan diulur-ulur tanpa kepastian.
Audit dan Evaluasi Dana Kelurahan: Meminta transparansi penuh atas penggunaan dana kelurahan yang dinilai butuh evaluasi total agar tepat sasaran.
Realisasi Dana Abadi Rp10 Juta/RT: Menagih janji ambisius pengalokasian dana abadi sebesar Rp10 juta per RT yang pernah dilontarkan namun belum terwujud nyata.
Koordinator Aksi, Kang Levi, melontarkan kritik tajam terkait mandeknya realisasi janji pemerintah. Ia menegaskan bahwa aksi ini adalah langkah konstitusional untuk melawan janji kosong yang mencederai kepercayaan masyarakat.
“RT dan RW ini ujung tombak pelayanan masyarakat, yang kerja langsung berhadapan dengan warga di bawah. Kami tidak minta yang macam-macam, kami hanya menuntut kepastian dan realisasi dari janji yang pernah diucapkan sendiri kepada kami. Jangan sampai ujung tombak ini dikhianati,” tegas Kang Levi. Selasa, (19/05/2026).
Lebih lanjut, Kang Levi memaparkan bahwa aksi ini akan menjadi momentum konsolidasi akbar. Seluruh perwakilan pengurus lingkungan dari berbagai kelurahan akan turun mengawal jalannya audiensi. Mereka mendesak DPRD Kota Sukabumi untuk berani mengambil sikap tegas dan menekan Pemerintah Kota agar segera menuntaskan kewajibannya.
Aksi massa ini mengirimkan satu pesan tajam yang tidak bisa diabaikan oleh Balai Kota: Seorang pemimpin diukur dari konsistensinya memegang kata-kata. Janji kepada rakyat bukanlah sekadar alat jualan politik yang bisa dilupakan begitu kekuasaan sudah di tangan. (Red)










