Selasa,19 Mei 2026
Pukul: 10:45 WIB

Deddy Mizwar Sambangi Petani Singkong Sukabumi, Soroti Potensi Besar dan Kendala Produksi

Deddy Mizwar Sambangi Petani Singkong Sukabumi, Soroti Potensi Besar dan Kendala Produksi

Selasa, 19 Mei 2026
/ Pukul: 08:24 WIB
Selasa, 19 Mei 2026
Pukul 08:24 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat sekaligus aktor senior Deddy Mizwar melakukan kunjungan ke sentra petani singkong di wilayah Kabupaten Sukabumi pada Senin (18/05/2026). Dalam kunjungannya, sosok yang akrab disapa “Jenderal Naga Bonar” itu menyoroti besarnya potensi komoditas singkong lokal yang dinilai mampu menjadi salah satu kekuatan pangan dan ekonomi masyarakat.

Di sela kunjungannya, Deddy berdialog langsung dengan para petani dan pengolah singkong terkait kondisi produksi hingga tantangan yang masih dihadapi di lapangan. Menurutnya, Sukabumi memiliki sumber daya lahan yang sangat luas dan cocok untuk pengembangan tanaman singkong.

“Potensi singkong di Sukabumi ini luar biasa besar, tersebar di mana-mana. Singkong ini bukan cuma makanan kampung, tapi sumber pangan alternatif yang permintaannya sangat tinggi,” ujar Deddy Mizwar pada sukabumisatu.com.

Baca Juga  Dari Gagasan KDM, Ayep Zaki Bangun Ambisi Besar Perluas Kota Sukabumi

Ia menilai, komoditas singkong memiliki peluang ekonomi yang besar karena dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, mulai dari bahan pangan, tepung tapioka, pakan ternak, hingga kebutuhan industri lainnya.

Apa yang disampaikan Deddy Mizwar sejalan dengan kondisi yang dirasakan para pengelola singkong di Sukabumi. Salah satunya diungkapkan Hadi Dermana, pengelola singkong asal Loji, yang menyebut kapasitas bahan baku singkong di Sukabumi sebenarnya mampu mencapai ribuan ton setiap bulan.

Saat ini, Hadi mengaku mampu memproduksi sekitar 400 ton singkong per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 ton diolah menjadi gaplek untuk kebutuhan pakan ternak di wilayah Bandung, Cianjur, hingga Karawang.

Baca Juga  Sekda Ade Suryaman Tegaskan Distribusi Pupuk Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Meski harga singkong saat ini mengalami kenaikan dari Rp900 menjadi Rp1.100 per kilogram, para petani dan pengolah masih menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama dalam proses pengeringan hasil panen.

“Kesulitan utama itu di penjemuran karena masih mengandalkan panas matahari. Kalau cuaca bagus, tiga hari selesai. Tapi kalau hujan bisa sampai lima hari. Kami berharap ada bantuan alat oven singkong supaya produksi tidak terganggu cuaca,” ungkap Hadi.

Selain persoalan teknis, para petani juga berharap adanya dukungan lebih lanjut terkait pemasaran dan pengembangan teknologi pasca-panen agar hasil produksi singkong Sukabumi dapat lebih maksimal.

Baca Juga  Apresiasi Program Nyaah Ka Indung Besutan Dedi Mulyadi, Ketua DPD PSI Sukabumi : Sejalan Dengan Partai Kami

Menurut Hadi, tanaman singkong memiliki potensi besar karena perawatannya relatif mudah dibandingkan komoditas pertanian lainnya. Dengan dukungan pengolahan dan akses pasar yang baik, lahan-lahan yang belum produktif di Sukabumi dinilai bisa dimanfaatkan secara optimal.

Sementara itu, Deddy Mizwar berharap potensi singkong Sukabumi dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait. Ia menilai, penguatan sektor pertanian lokal dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kalau potensi ini dikelola dengan baik dari hulu sampai hilir, singkong Sukabumi bisa menjadi salah satu komoditas unggulan daerah,” pungkasnya.

Reporter: Mawaldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)