SUKABUMISATU.com – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi mulai tancap gas menyusun program prioritas infrastruktur untuk tahun anggaran 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini perencanaan dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis kondisi riil di lapangan.
Langkah strategis ini diambil setelah adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tahun 2025. Salah satu poin krusial yang menjadi atensi utama adalah penanganan infrastruktur yang porak-poranda akibat terjangan bencana alam.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengungkapkan bahwa saat ini jajaran teknis tengah melakukan sinkronisasi data. Fokusnya adalah menyesuaikan rencana kerja fisik dengan kerusakan nyata yang terjadi di wilayah terdampak banjir dan longsor sepanjang tahun lalu.
”Kami sedang memetakan kerusakan berdasarkan tingkat risiko dan urgensi layanan publik. Pola perencanaan tahun 2026 memang lebih difokuskan pada sinkronisasi kondisi lapangan pasca-bencana 2025,” ujar Uus kepada sukabumisatu.com, Senin (03/03/2026).
Skala Prioritas: Jalan Strategis dan Drainase
Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah ruas jalan strategis penghubung antarwilayah mengalami kerusakan signifikan. Selain jalan, sistem drainase juga menjadi prioritas utama guna mengendalikan genangan dan limpasan air yang kerap memicu masalah saat cuaca ekstrem.
Uus menjelaskan, dengan keterbatasan anggaran yang ada, pihaknya dituntut untuk jeli dalam menyusun skala prioritas. Penentuan titik penanganan tidak hanya dilihat dari parahnya kerusakan fisik, tapi juga dampak ekonominya bagi warga.
Indikator penentuan prioritas meliputi:
- Analisis Tingkat Kerusakan: Seberapa parah kondisi fisik di lapangan.
- Dampak Sosial: Jumlah warga yang terdampak langsung oleh kerusakan tersebut.
- Fungsi Strategis: Seberapa vital infrastruktur tersebut bagi mobilitas ekonomi antarwilayah.
- Potensi Risiko Berulang: Mengantisipasi agar kerusakan tidak terjadi kembali di titik yang sama.
Membangun Infrastruktur Tahan Bencana
Lebih lanjut, Uus menekankan bahwa program tahun 2026 bukan sekadar “tambal sulam” atau perbaikan sementara. Dinas PU berkomitmen melakukan penguatan struktur infrastruktur agar lebih adaptif terhadap bencana hidrometeorologi.
”Target kami adalah membangun ketahanan wilayah. Infrastruktur yang diperbaiki harus lebih tangguh menghadapi dinamika cuaca ekstrem di masa mendatang,” tegasnya.
Dinas PU optimistis, melalui perencanaan yang berbasis evaluasi ketat ini, konektivitas di Kabupaten Sukabumi akan pulih secara bertahap, sekaligus memastikan setiap rupiah dari anggaran memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Editor: Uga Khaeru Rabbani










