SUKABUMISATU.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi pada Jumat (27/2/2026) mengakibatkan serangkaian bencana alam di beberapa kecamatan. Mulai dari rumah warga yang ambruk diterjang angin kencang hingga infrastruktur vital yang terancam putus akibat luapan sungai.
Waluran: Atap Rumah Warga Ambruk Diterjang Angin
Di wilayah Kecamatan Waluran, tepatnya di Kampung Cipipisan RT 001 RW 004, Desa Mekarmukti, satu unit rumah milik Bapak Dadang dilaporkan mengalami kerusakan serius. Peristiwa ini terjadi pada pukul 08.30 WIB saat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
Laporan dari P2BK Waluran, Heri Darisman, menyebutkan bahwa bagian atap rumah, baik sisi depan maupun belakang, ambruk setelah tidak mampu menahan terjangan angin. Meski menyebabkan kerusakan fisik bangunan, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.
Bantargadung: 25 Bangunan Terdampak Pergerakan Tanah
Kondisi memprihatinkan juga terjadi di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung. Hujan intensitas tinggi yang turun terus-menerus sejak Minggu (22/2) memicu pergerakan tanah yang merusak sedikitnya 25 bangunan. Data sementara mencatat 14 rumah rusak ringan, 6 rusak sedang, dan 5 rusak berat termasuk satu pondok pesantren. Sejumlah warga kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena retakan pada dinding dan lantai terus meluas.
Cibadak: Pondasi Jembatan Amblas Tergerus Luapan Sungai
Sementara itu di Kecamatan Cibadak, akses penghubung antara Kampung Kebon Kai (RT 02 RW 07) dan Kampung Gudang (RT 03 RW 06) di Desa Ciheulang dalam kondisi sangat membahayakan. Sekitar pukul 14.45 WIB, debit air sungai yang meningkat drastis mengikis pondasi Jembatan Kebon Kai hingga amblas.
P2BK Cibadak, Mawaldi, melaporkan bahwa jembatan sepanjang \pm 6 meter ini merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi, pertanian, dan jalur utama anak-anak menuju sekolah. Saat ini, jembatan tersebut ditutup sementara untuk mencegah kecelakaan karena strukturnya berpotensi ambruk total jika kembali diguyur hujan deras.
Langkah Darurat dan Himbauan
Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi melalui masing-masing P2BK telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta unsur TNI/Polri untuk pengamanan lokasi. Di Cibadak, warga diimbau menggunakan jalur alternatif, sementara di Bantargadung, pemantauan retakan tanah dilakukan secara kontinu.
BPBD mengingatkan warga untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di area rawan longsor dan bantaran sungai, mengingat cuaca mendung masih menyelimuti sebagian besar wilayah Sukabumi.
Editor: Demi Pratama Adiputra
Sumber: Laporan P2BK Waluran (Heri Darisman), P2BK Bantargadung (Sihabudin), dan P2BK Cibadak (Mawaldi)










