Minggu,3 Mei 2026
Pukul: 13:32 WIB

Gagal Ujian di Kelas, Siswa SD di Ciambar Terpaksa ‘Mengungsi’ ke Musala Usai Atap Sekolah Ambruk

Gagal Ujian di Kelas, Siswa SD di Ciambar Terpaksa ‘Mengungsi’ ke Musala Usai Atap Sekolah Ambruk

Minggu, 3 Mei 2026
/ Pukul: 12:29 WIB
Minggu, 3 Mei 2026
Pukul 12:29 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

CIAMBAR, SUKABUMISATU.COM – Insiden ambruknya dua ruang kelas di Kampung Ciganas, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi pada Minggu pagi (3/5/2026) memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Selain merusak bangunan, kejadian ini mengancam pelaksanaan ujian siswa kelas 6 yang sedianya digelar Senin besok.

​Kepala Desa Munjul, Ujang Aos, yang meninjau langsung lokasi, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal ketat proses pelaporan ke tingkat kabupaten.

Desa Fasilitasi Tempat Belajar Darurat

​Kades Ujang Aos menyatakan keprihatinannya dan meminta pihak sekolah serta warga untuk sementara menjauhi area bangunan yang rusak berat tersebut.

Baca Juga  HPN 2024, Hergun Ajak SMSI Sukabumi Raya Majukan Kokab Sukabumi

​”Kami prihatin dengan kondisi ini. Pemerintah desa mendukung penuh upaya sekolah menggunakan fasilitas umum seperti musala agar proses belajar mengajar tidak terhenti, terutama bagi anak-anak kita yang mau ujian,” ujar Ujang Aos.

Kepala Sekolah: Persiapan Ujian Sudah Matang

​Kepala Sekolah, Ibu Tati, menjelaskan bahwa ambruknya atap terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 07.30 WIB. Padahal, para guru baru saja selesai merapikan ruangan tersebut untuk keperluan Ujian Satuan Pendidikan (USP).

​”Sudah rapi kemarin, guru-guru sudah menyiapkan semuanya. Karena kondisi darurat, kelas rendah akan mengungsi ke musala masyarakat, sementara kelas 6 akan menggunakan sisa ruangan yang masih aman,” jelas Ibu Tati.

Baca Juga  Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Dinilai Abai Pada Aksi Pungli di Sekolah, Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi

Jeritan Guru: 16 Tahun Menanti Rehab

​Budi Mulyawan, guru senior di sekolah tersebut, mengungkapkan bahwa bangunan yang berdiri sejak 1990 ini terakhir kali direhab pada 2010. Sejak saat itu, meski sering diajukan proposal, bantuan tak kunjung datang hingga material kayu bangunan lapuk dimakan usia.

​”Harapan kami kepada dinas terkait agar segera direalisasikan pembangunannya. Ada 124 siswa yang butuh tempat belajar yang layak dan aman,” pungkas Budi.

​Kini, pihak sekolah dan Pemerintah Desa Munjul hanya bisa berharap janji rehabilitasi di tahun anggaran 2026 segera terwujud sebelum kerusakan merembet ke ruangan lain.

Baca Juga  Innalillahi! Siswa Peserta MPLS SMPN 1 Ciambar Sukabumi Tewas Tenggelam di Sungai

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist