Jumat,17 April 2026
Pukul: 16:41 WIB

Suara Tangis Siswa Pecah Saat Asap Hitam Membubung: Kebakaran Hanguskan Ruang Belajar MTs Nurul Hasanah

Suara Tangis Siswa Pecah Saat Asap Hitam Membubung: Kebakaran Hanguskan Ruang Belajar MTs Nurul Hasanah

Senin, 24 November 2025
/ Pukul: 13:22 WIB
Senin, 24 November 2025
Pukul 13:22 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Asap pekat yang tiba-tiba membubung di langit Kampung Cicukang, Desa Sindangraja, Senin (24/11/2025) pagi, seketika mengundang kepanikan. Di antara teriakan guru dan siswa yang berlarian keluar kelas, api terlihat cepat merambat dari salah satu bangunan MTs Nurul Hasanah.

Waktu belum menunjukkan pukul 08.15 WIB ketika kobaran api melalap ruang belajar. Suasana yang awalnya dipenuhi suara anak-anak belajar, berubah menjadi hiruk-pikuk kepanikan. “Anak-anak banyak yang menangis, mereka hanya bisa melihat dari kejauhan ruang kelasnya terbakar,” tutur Suryana, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Curugkembar.

Baca Juga  170 Orang Korban Keracunan di Sagaranten dan Curugkembar , Satu Orang Meninggal

Menurutnya, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang memicu kebakaran. Dalam hitungan menit, ruang arsip hangus, tiga ruang belajar rusak berat, dan dua lainnya terdampak ringan.

“Yang paling kami khawatirkan saat itu bukan hanya bangunan yang terbakar, tapi kondisi psikologis para siswa. Mereka shock melihat buku, meja, dan kelas tempat mereka belajar berubah jadi puing,” ujar Suryana.

Sebanyak 348 siswa kini terhambat kegiatan belajar. Beberapa di antaranya tampak terpukul karena kehilangan ruang favorit tempat mereka sehari-hari menimba ilmu. “Ada yang bilang, ‘Pak, itu kelas saya… sudah habis.’ Kata-kata itu terus terngiang,” sambungnya.

Baca Juga  Kawal Reforma Agraria, Ketua DPRD dan Komisi I Sambangi PT Perkebunan Cigembong di Curugkembar

P2BK Curugkembar bersama perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP Kecamatan, TKSK, dan Tagana langsung bergerak melakukan penanganan awal. Meski api berhasil dipadamkan, sisa-sisa puing yang masih mengeluarkan asap tipis membuat suasana haru tak kunjung hilang.

“Sekarang fokus kami adalah memastikan anak-anak tetap bisa belajar,” jelas Suryana. Ia menyebut kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi: tiga tenda belajar siswa, tiga tenda ruang guru, 20 matras, instalasi listrik darurat, serta peralatan belajar pengganti.

Cuaca cerah membantu proses penanganan, namun kesedihan terlihat jelas di wajah para tenaga pendidik dan siswa yang berkumpul sambil memandangi bangunan yang terbakar.

Baca Juga  Lima Rusak, Puluhan Rumah Terancam Pergerakan Tanah di Curugkembar Sukabumi

“Kami berharap bantuan cepat turun. Ini bukan hanya soal bangunan sekolah, tapi keberlanjutan masa depan 348 anak,” tegas Suryana.

Di tengah puing dan papan hangus, beberapa guru terlihat mengumpulkan sisa-sisa dokumen yang terselamatkan. Sementara siswa duduk berkelompok, sebagian masih terlihat merah matanya karena menangis.

Reporter: Aris 

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist