Jumat,17 April 2026
Pukul: 08:26 WIB

Profil Dadan Hindayana: Si ‘Dokter Serangga’ Kepercayaan Prabowo yang Kini Urus Perut Rakyat

Profil Dadan Hindayana: Si ‘Dokter Serangga’ Kepercayaan Prabowo yang Kini Urus Perut Rakyat

Jumat, 17 April 2026
/ Pukul: 08:26 WIB
Jumat, 17 April 2026
Pukul 08:26 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Nama Dadan Hindayana mendadak jadi buah bibir di kancah nasional. Bagaimana tidak? Sosok yang sejatinya adalah pakar serangga (entomologi) dari IPB University ini, kini memegang tongkat komando sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

​Penunjukannya sempat memicu duga-duga dan kontroversi di kalangan publik. Banyak yang bertanya: Kok ahli serangga ngurusin gizi manusia? Namun, di balik keraguan itu, ada cerita unik dan strategi besar yang tengah dibangun pria asal Garut ini.

Dari Pohon Cemara Hambalang ke Kursi Kepala Badan

​Kisah “nyasar”-nya Dadan ke lingkaran inti Presiden Prabowo Subianto ternyata bermula dari hal yang tak terduga. Bukan lewat lobi politik, melainkan lewat keahliannya mengobati tanaman.

​Konon, Dadan berhasil menyelamatkan koleksi pohon cemara udang milik Prabowo di Hambalang yang nyaris mati terserang hama. Dari sana, obrolan tentang serangga meluas ke arah ketahanan pangan, kedaulatan negara, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga  HUT Kota Sukabumi ke-112 Diwarnai Demo, Massa Soroti Dugaan Mark Up dan Nepotisme Program Makan Bergizi Gratis

​Prabowo kepincut dengan cara berpikir Dadan yang sistematis. Bagi Dadan, urusan gizi bukan cuma soal protein di piring, tapi soal mata rantai pasok dari hulu ke hilir—bidang yang sangat ia kuasai sebagai pakar proteksi tanaman.

Kontroversi: Ahli Serangga vs Pakar Gizi

​Publik sempat skeptis. Banyak yang menilai posisi Kepala BGN seharusnya diisi oleh dokter spesialis gizi atau pakar kesehatan masyarakat. Kritik pedas sempat mewarnai media sosial saat pelantikannya Agustus 2024 lalu.

​Namun, Dadan menjawabnya dengan konsep Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia tidak ingin program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya sekadar bagi-bagi nasi kotak.

Baca Juga  Bedah Aturan BGN: Guru Honorer Pengelola MBG Berhak Atas Insentif Rp100 Ribu/Hari, SPPG Sukabumi Siap Bayarkan?

​”Tugas saya bukan masak, tapi membangun sistem logistik pangan raksasa,” ungkap sebuah sumber menggambarkan visi Dadan.

​Ia mengintegrasikan petani lokal, koperasi, dan logistik pedesaan agar uang negara berputar di daerah, bukan hanya di perusahaan katering besar. Inilah alasan mengapa latar belakang manajerialnya sebagai Direktur Pengembangan Institusi di IPB dianggap lebih krusial daripada sekadar ilmu medis.

Mengelola Anggaran Triliunan dan Warisan Integritas

​Sebagai nakhoda program Makan Bergizi Gratis, Dadan mengelola anggaran yang sangat fantastis. Namun, di tengah sorotan soal potensi kebocoran anggaran, Dadan justru mencuri perhatian dengan mengembalikan sisa anggaran yang tidak terserap secara optimal ke kas negara. Langkah ini dianggap langka di tengah budaya birokrasi yang biasanya justru menghabiskan anggaran di akhir tahun.

Baca Juga  Program Bergizi Gratis Gagal? Hasil Lab Ungkap Kontaminasi Bakteri dan Jamur di Menu MBG

​Berdasarkan data LHKPN per Maret 2025, kekayaan Dadan tercatat di angka Rp9,02 miliar. Angka yang dinilai wajar untuk seorang akademisi senior sekaligus pejabat negara yang sudah malang melintang di dunia internasional.

Menuju Indonesia Emas 2045

​Kini, Dadan Hindayana berdiri di garda terdepan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan IQ nasional. Meski berangkat dari dunia serangga, visinya kini sangat manusiawi: memastikan tak ada anak Indonesia yang berangkat sekolah dengan perut kosong.

​Bagi warga Jawa Barat, khususnya kaum intelektual, sosok Dadan adalah bukti bahwa keahlian spesifik di satu bidang, jika dipadukan dengan integritas dan kemampuan manajerial, bisa menjadi kunci perubahan besar bagi bangsa.

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist