SUKABUMISATU.com, Curugkembar – Pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi melakukan kunjungan kerja strategis ke PT Perkebunan Cigembong, Kecamatan Curugkembar, Rabu (21/01/2026). Kunjungan ini difokuskan untuk mencari solusi permanen terkait persoalan lahan melalui program Reforma Agraria.
Hadir dalam pemantauan lapangan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi didampingi Ketua Komisi I yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan. Keduanya berdialog langsung dengan pihak manajemen perkebunan dan perwakilan masyarakat setempat.
Fokus Hak Rakyat dan Kepastian Hukum
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi menyatakan bahwa kehadirannya di Curugkembar adalah untuk memastikan bahwa program Reforma Agraria yang dicanangkan pemerintah pusat dapat terimplementasi dengan baik di daerah, khususnya di lahan yang bersinggungan dengan masyarakat.
”Kami ingin ada titik temu yang saling menguntungkan (win-win solution). Masyarakat butuh kepastian atas lahan yang mereka garap, sementara perusahaan juga harus memiliki kepastian hukum dalam operasionalnya,” ujar Ketua DPRD di sela-sela peninjauan.
Langkah Komisi I DPRD
Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan kajian teknis terkait status lahan di PT Perkebunan Cigembong. Ia menekankan pentingnya akurasi data agar redistribusi lahan tepat sasaran.
”Komisi I akan mengawal proses ini dari sisi regulasi. Reforma Agraria bukan sekadar membagi tanah, tapi bagaimana tanah tersebut menjadi instrumen kesejahteraan bagi warga Curugkembar tanpa menabrak aturan yang berlaku,” tegasnya.
Harapan Masyarakat
Kunjungan kerja ini disambut positif oleh warga sekitar. Masyarakat berharap melalui mediasi dan pengawasan dari DPRD, konflik agraria yang selama ini mengendap bisa segera tuntas, sehingga warga memiliki legalitas yang sah untuk mengelola lahan demi meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD berencana akan memanggil pihak-pihak terkait dalam rapat dengar pendapat (RDP) di gedung dewan untuk merumuskan rekomendasi akhir terkait penataan lahan di wilayah tersebut.
Reporter: Aris
Editor: Demi Pratama Adiputra











