Jumat,8 Mei 2026
Pukul: 16:18 WIB

Nasib Rio, Bocah 11 Tahun yang Terlunta-lunta Usai Coba Mencuri: Ditolak Ayah Kandung, Ibu Tak Mampu Rawat

Nasib Rio, Bocah 11 Tahun yang Terlunta-lunta Usai Coba Mencuri: Ditolak Ayah Kandung, Ibu Tak Mampu Rawat

Kamis, 3 Juli 2025
/ Pukul: 18:31 WIB
Kamis, 3 Juli 2025
Pukul 18:31 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Malam itu, udara di wilayah Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dingin menusuk tulang. Tapi Rio, bocah laki-laki berusia 11 tahun itu, justru harus berurusan dengan aparat. Ia tertangkap warga saat diduga mencoba mencuri di lingkungan RW 03, Desa Nagrak Selatan. Ironisnya, kisah pilu Rio tak berhenti di situ. Bocah mungil ini justru seakan tak punya tempat untuk pulang.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam, 29 Juni 2025, sekitar pukul 19.11 WIB. Ketua RT setempat melaporkan ke pihak P2BK Nagrak soal adanya percobaan pencurian yang dilakukan anak di bawah umur. Polisi dan petugas terkait segera turun tangan.

“Karena usianya masih 11 tahun, kami lakukan koordinasi dengan OPSIGA KPI, orang tua, dan pihak desa,” kata Mikky petugas P2BK Nagrak.

Baca Juga  Geger! Seorang Pria Tewas Tergantung dengan Kaki Menyentuh Tanah di Nagrak Sukabumi

Dari hasil pendataan, bocah itu diketahui bernama lengkap Muhammad Aprelyo Supriansyah Saputra, akrab dipanggil Rio. Lahir di Sukabumi, 12 April 2014, Rio tinggal bersama ayah sambung dan neneknya. Ibunya, Tia Kustia (29), bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kota Sukabumi dan jarang pulang. Sementara ayah sambungnya, Supriadi (31), seorang sopir angkut hasil bumi, kerap bekerja di luar kota.

Masalah muncul saat kedua orang tua serta neneknya tak ada yang bersedia merawat Rio. Ibu kandungnya mengaku tak sanggup karena alasan pekerjaan, ayah sambungnya pun enggan, sementara neneknya keberatan. Rio seperti tak punya rumah untuk kembali.

Pihak Polsek Nagrak sempat mengantar Rio ke rumah ayah kandungnya di Cikembar, Senin dini hari pukul 02.36 WIB. Tapi, di sana pun bocah malang itu ditolak.

Baca Juga  Sebanyak 40 Santriwati di Ciambar Keracunan Usai Santap Kupat Sayur

“Tidak diterima oleh keluarga ayah kandungnya, akhirnya Rio kami bawa kembali ke Mapolsek,” lanjutnya.

Senin pagi, Rio rencananya akan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Namun sayangnya, proses administrasi dan assessment membutuhkan waktu. Bahkan saat petang, Rio bersama ibunya sempat tidur di lapangan terbuka.

Prihatin dengan nasibnya, P2BK Nagrak bersama Tagana berinisiatif menempatkan Rio dan ibunya di Pos Tanggap Bencana Kecamatan. Tapi, hal itu hanya sementara. Malamnya, Kepala Desa Nagrak Selatan akhirnya menampung Rio di rumahnya.

“Kasihan, anak sekecil itu harus terlunta-lunta, apalagi tanpa kepastian,” ucapnya.

Kamis pagi, 3 Juli 2025, Rio kembali ke Dinas Sosial untuk menjalani assessment oleh tim dari Griya Ramah Anak. Namun hasilnya belum bisa langsung diproses. Pihak Dinsos menyebut ada sejumlah kendala administratif yang membuat Rio harus menunggu satu hingga dua hari ke depan.

Baca Juga  Kesaksian Warga Soal Longsor di Nagrak: Bumi Bergetar dan Terdengar Gemuruh Kencang Tengah Malam

Hingga berita ini ditulis, Kamis sore pukul 14.00 WIB, nasib Rio masih belum jelas. Bahkan lokasi Rio akan bermalam pun belum bisa dipastikan.

“Kami terus berkoordinasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Rio bisa segera ditangani dan mendapat tempat yang lebih layak,” pungkasnya.

Kisah Rio menjadi potret buram tentang masih banyaknya anak-anak terlantar akibat keluarga yang tak utuh dan faktor ekonomi. Perlu keterlibatan serius seluruh pihak agar tak ada lagi anak yang harus mengalami nasib serupa di kemudian hari. (Candra)

Related Posts

Add New Playlist