Rabu,22 Mei 2024
Pukul: 12:40 WIB

Yudha Sukmagara Didesak Mundur, Relawan dan Pengurus PAC Ancam Demo Kantor DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi

Yudha Sukmagara Didesak Mundur, Relawan dan Pengurus PAC Ancam Demo Kantor DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 20 Mei 2023
/ Pukul: 12:23 WIB
Sabtu, 20 Mei 2023
Pukul 12:23 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Sejumlah relawan dan pengurus pimpinan anak cabang (PAC) Partai Gerindra mendesak Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, untuk mundur dari jabatannya. Mereka mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi pada Selasa 23 Mei 2023 mendatang.

Dari selebaran surat pemberitahuan aksi yang diperoleh redaksi sukabumisatu.com, diketahui aksi akan diikuti dengan estimasi massa 5.000 hingga 7.000 orang. Peserta aksi berasal dari Sahabat padi Indonesia (SPI) Kabupaten Sukabumi, Aliansi Pecinta Prabowo dan Gerindra (Aspira) Sukabumi, Pasukan Umar Sinaga (Paus) Kecamatan Cikakak, serta PAC Partai Gerindra Kecamatan Cikakak.

Selebaran surat pemberitahuan aksi juga ditandatangani Koordinator Aspira, Paus, SPI, Barisan Umar Sinaga, serta Ketua PAC Gerindra Kecamatan Cikakak, dan Kecamatan Kalibunder.

“Selain dari Cikakak, sudah ada delapan hingga sepuluh PAC yang akan mendukung aksi ini. Intinya kami akan menyampaikan mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPC, menuntut pimpinan DPC untuk mundur, dan mempertanyakan alasan pencoretan nama bacaleg yang menurut kami tidak masuk akal,” kata Umar Sinaga, Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Cikakak sekaligus Ketua Sahabat Padi Indonesia Kabupaten Sukabumi dikonfirmasi sukabumisatu.com, Sabtu (20/5/2023).

Umar menegaskan, aksi ini akan dilakukan atas keinginan para relawan di partai tersebut. Para relawan mempertanyakan alasan pencoretan nama bacaleg yang dinilai dilakukan secara sewenang-wenang dan tidak profesional.

Tak cuma dirinya, Umar menyebutkan ada beberapa nama pengurus di tingkat PAC yang namanya dicoret dari daftar bacaleg. Ia menilai pencoretan nama bacaleg oleh pimpinan di DPC Partai Gerindra tidak dilakukan secara objektif.

“Mereka malah memilih bacaleg dari luar partai atau orang yang sama sekali tidak ada rekam jejaknya dalam perjuangan atas nama Gerindra dan Pak Prabowo di Kabupaten Sukabumi. Ini apa-apaan?” kata dia.

Umar mengingatkan dirinya sudah terlibat sebagai relawan dan kader dalam gerakan Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi selama beberapa tahun. Pada 2009, Umar secara individu memberikan dukungan ke pasangan calon presiden dan wakil presiden Megawati-Prabowo.

Kemudian di 2014, Umar juga menjadi bagian dari barisan yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Selanjutnya pada 2019 bersama Sahabat Padi Indonesia, Ia bersama para relawan juga bergerak untuk Gerindra.

“Kita ini relawan yang aktif, bergerak mandiri tanpa dibiayai Partai Gerindra. Semua rela patungan untuk pergerakan Gerindra dan para calon yang didukung, jadi saya kira wajar saja para relawan ini gerah dan hendak melayangkan mosi tidak percaya,” kata dia.

“Saya juga sudah konfirmasi ke Pak Yudha, menanyakan alasan kenapa nama saya yang harus dicoret saat injury time pendaftaran bakal calon. Dan sampai sekarang tidak ada jawaban,” tambahnya.

Umar menegaskan forum sudah menyatakan keputusan soal kepastian rencana demonstrasi. Aksi hanya bisa batal terjadi jika pimpinan di DPC mengundurkan diri.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Yudha Sukmagara mengaku belum mendapatkan surat resmi terkait rencana aksi tersebut. Soal tuntutan mundur dan mosi tidak percaya, Yudha akan menanggapinya setelah menerima surat resmi.

“Nanti dikomentari setelah ada surat resmi masuk ya,” tutur Yudha dikonfirmasi sukabumisatu.com.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Agus Firmansyah, juga menegaskan DPC belum menerima surat resmi terkait rencana aksi itu. Kendati demikian, Agus memastikan DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi siap menerima demo.

Terkait narasi mosi tidak percaya dan tuntutan mundur, Agus menegaskan hal tersebut sebagai hal biasa. Apalagi hal itu disampaikan oleh pihak yang kecewa terhadap partai terhadap putusan mengenai pencalonan.

“Kalau sebagai kader, seharusnya menempuh mediasi. Ini dia maunya demo, ya kita terima demonya,” tutur Agus.

“Kita akan terima dan mendengarkan demo tersebut arahnnya dan maunya apa. Kalau terkait partai, ada mekanisme partai yang bisa ditempuh sesuai dengan AD/ART partai,” tukasnya.

Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Related Posts

Add New Playlist