Warga Taman Asri Segel Kantor Pengelola Air Bersih, Protes Pemadaman Air Sejak Minggu

Aksi Warga Perumahan Taman Asri Kota Sukabumi. Selasa, (22/04/2025).

SUKABUMISATU.com –Sejumlah warga Perumahan Taman Asri, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, melakukan aksi penyegelan terhadap kantor pengelolaan air bersih pada Selasa pagi (22/4). Aksi ini dipicu oleh matinya suplai air sejak Minggu (20/4), yang menyebabkan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

 

Menurut keterangan warga RT 04 Taman Asri, suplai air bersih terhenti tanpa pemberitahuan yang jelas. “Selama hari Minggu, kami harus mencari air ke rumah tetangga yang memiliki sumur bor. Baru malamnya ada bantuan suplai air dari tangki milik Pemda, itupun hasil swadaya warga,” ujar Fitriansyah, koordinator aksi, Selasa (22/4/2025).

Baca Juga  PMI Kota Sukabumi Salurkan 100 Ribu Liter Air Bersih

 

Pada hari Senin (21/04), warga mulai bereaksi keras terhadap rencana perbaikan mesin selama empat hari oleh pihak pengelola. Warga menilai waktu perbaikan tersebut terlalu lama dan tidak masuk akal. “Menurut kami, pergantian mesin utama cukup satu hari. Empat hari itu terlalu lama dan sangat memberatkan,” lanjut Fitriansyah.

Senin malam, pengelola mulai menyalurkan air dengan mobil tangki, namun jumlahnya terbatas dan tidak merata ke seluruh warga. Akumulasi kekecewaan ini memuncak pada Selasa pagi, saat warga memutuskan untuk menyegel kantor pengelolaan air.

Baca Juga  Proyek Geothermal Bayangi Sumber Air Cikakak, Rivera Sukabumi Ajak Warga Siaga Kekeringan

 

Dalam aksi tersebut, turut hadir Lurah Subangjaya, Jumiati. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pengelola, pergantian mesin akan mulai dilakukan hari ini, Selasa (22/4). Meski demikian, warga tetap bersikukuh bahwa segel hanya akan dibuka jika suplai air kembali normal.

 

“Ti poe Minggu loba nu ngan bisa cuci muka jeung sikat huntu wungkul. Warga demo jam 5.30 isuk ku sabab parantos pagujut jeung jadwal nganter budak ka sakola,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Aksi ini menjadi penanda seriusnya kebutuhan air bersih bagi masyarakat, serta pentingnya komunikasi dan tanggap cepat dari pengelola layanan publik. (Candra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *