Warga Geruduk Kantor PT TJT, Protes Kabel Listrik Putus Diserempet Truk Proyek Tol Bocimi

Kelompok masa di kantor PT Trans Jabar Tol (TJT). Selasa, (10/5/25).

SUKABUMISATU.com – Puluhan warga Kampung Legokpicung dan Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendatangi kantor PT Trans Jabar Tol (TJT), Selasa (10/6). Mereka menuntut pertanggungjawaban atas insiden kabel listrik putus akibat truk proyek Tol Bocimi yang melintas di wilayah mereka, Senin (9/6) malam.

Insiden itu membuat listrik di dua RW padam total hingga tengah malam. Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan aktivitas proyek tol yang dianggap asal-asalan dan merugikan lingkungan sekitar.

“Warga merasa sangat dirugikan. Selain listrik padam sampai jam 1 malam, saluran irigasi warga pun ikut tertutup akibat tanah urugan proyek,” tegas Kepala Desa Karangtengah Agung Pratama Putra saat ditemui di lokasi.

Baca Juga  Humas Waskita: Tol Bocimi Cigombong-Cibadak Mulai Dibuka 23 Desember

Agung mengungkapkan, sejak awal proyek Tol Bocimi sesi 3 dikerjakan, warga tidak pernah menerima sosialisasi resmi dari pihak pelaksana. Kondisi itu diperparah dengan aktivitas pengurugan tanah yang sembarangan hingga menutup saluran irigasi sawah warga.

“Sesuai aturan, setiap pekerjaan proyek besar harus diawali dengan sosialisasi. Tapi di sini, sama sekali tidak ada. Akhirnya warga yang jadi korban,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RT 04/10 Kampung Kamandoran, Iyan Sopian (58), menyebutkan pihaknya bersama warga telah menyampaikan 12 poin tuntutan kepada PT TJT. Warga berharap tuntutan tersebut segera direalisasikan.

Baca Juga  PLTU Indonesia Power Jabar 2 Gelar Baksos Bertajuk Karya Bhakti Negeri

“Dari awal proyek ini tidak pernah ada pemberitahuan. Sekarang dampaknya makin merugikan warga. Kami minta PT TJT jangan hanya janji-janji, tapi realisasi di lapangan,” tegas Iyan.

Dalam pertemuan antara perwakilan warga RW 09, 10, dan 11 Kampung Legok picung dengan pihak PT TJT, disepakati beberapa poin akan segera ditindaklanjuti. Namun untuk tuntutan lain, perwakilan perusahaan menyatakan harus berkoordinasi dengan manajemen pusat.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Trans Jabar Tol belum bersedia memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut maupun dampak proyek terhadap lingkungan warga sekitar. (Candra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *