SUKABUMISATU.com – Sebuah video yang menampilkan aksi arogan diduga dilakukan oleh anak Kepala Desa Sukatani, yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna, viral di media sosial. Kejadian itu berlangsung dalam sebuah rapat audiensi bersama warga pada Senin (1/12/25).
Audiensi tersebut digelar Karang Taruna Desa untuk menindaklanjuti protes warga di media sosial terkait kondisi jalan di Kampung Cikopeng, Desa Sukatani, Kecamatan Surade. Jalan Cikopeng yang merupakan jalan kabupaten itu sebelumnya dijanjikan akan diperbaiki oleh Kepala Desa saat kampanye tiga tahun lalu, bahkan disebut akan menggunakan dana pribadi. Namun hingga kini, perbaikan tersebut belum terealisasi.
“Setelah tiga tahun menjabat belum terealisasi, makanya kami membuat kritik di medsos. Setelah itu kami dipanggil ke desa untuk musyawarah,” ujar Rudiansyah, salah satu warga, kepada SUKABUMISATU.com, Rabu (10/12/25).
Situasi rapat disebut memanas ketika warga menyampaikan keluhan dan desakan terkait buruknya infrastruktur desa. Hal itu memicu emosi Ketua Karang Taruna yang juga anak dari kepala desa.
“Saat itu kami menuntut janji kades untuk memperbaiki Jalan Cikopeng. Anak kades mungkin tersinggung. Dia memukul meja dan berdiri seolah menantang,” sambung Rudiansyah.
Kericuhan sempat terjadi meski tidak sampai ada tindakan pemukulan. Beberapa warga yang terpancing emosi bahkan melempar kursi, meski kemudian suasana dapat diredam. Ketua Karang Taruna disebut telah meminta maaf saat itu juga, namun warga tetap menuntut realisasi janji perbaikan jalan.
Di tengah polemik, warga juga mempertanyakan perubahan status Jalan Cikopeng yang kini disebut sebagai jalan desa, padahal sebelumnya merupakan jalan kabupaten. “Warga jadi bingung. Kok bisa dari jalan kabupaten berubah jadi jalan desa hanya dalam waktu seminggu,” kata Rudiansyah.
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak parah membuat kendaraan, termasuk mobil, tak bisa melintas dan mereka merasa dipermainkan.
Sementara itu, Camat Surade, Unang Suryana, yang dikonfirmasi usai musyawarah di Desa Sukatani pada Rabu (10/12/25), menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Ia membenarkan bahwa Jalan Cikopeng dulunya berstatus jalan kabupaten. “Namun muncul surat keputusan bupati pada Maret 2025 melalui Dinas PU Kabupaten Sukabumi, yang menurunkan status Jalan Cikopeng menjadi jalan desa,” jelas Camat Unang.
Terkait anggaran, Musrenbangdes 2026 disebut telah ditutup. “Sebagai solusi, pembangunan Jalan Cikopeng akan kami masukkan ke anggaran tahun 2027,” tambahnya.
Terkait video viral, Camat menegaskan bahwa Ketua Karang Taruna sudah memberikan klarifikasi. “Menurut Ketua Karang Taruna, komentar netizen itu tidak sesuai fakta. Ia mengaku tersinggung karena massa yang hadir dianggap telah melewati batas dengan melontarkan kata-kata kurang pantas kepada kepala desa yang juga ayahnya,” pungkas Camat Surade.
Reporter: Maulana Yusuf
Editor: Demi Pratama Adiputra








