Minggu,3 Mei 2026
Pukul: 15:59 WIB

Sukabumi ‘Dikepung’ Gempa: Dari Megathrust Laut Hingga Sesar Aktif Daratan, Warga Diminta Waspada!

Sukabumi ‘Dikepung’ Gempa: Dari Megathrust Laut Hingga Sesar Aktif Daratan, Warga Diminta Waspada!

Minggu, 15 Maret 2026
/ Pukul: 11:03 WIB
Minggu, 15 Maret 2026
Pukul 11:03 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Wilayah Sukabumi dan sekitarnya tengah mengalami peningkatan aktivitas tektonik yang signifikan. Hanya berselang dua hari setelah diguncang gempa kuat dari laut, masyarakat kembali dikejutkan oleh gempa darat dangkal pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Dua Hari, Dua Sumber Gempa Berbeda

​Rentetan gempa ini menunjukkan bahwa Sukabumi berada di titik temu dua kekuatan tektonik besar:

​Jumat (13/3/2026): Gempa Magnitudo 5,4 terjadi di laut (115 km Barat Daya Kota Sukabumi) dengan kedalaman 43 km. Gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di zona outer rise atau zona subduksi lempeng.

​Minggu (15/3/2026): Gempa Magnitudo 4,1 terjadi di darat (8 km Tenggara Kota Sukabumi) dengan kedalaman sangat dangkal, hanya 5 km.

Baca Juga  Gempa Bumi 3,8 SR Guncang Sukabumi, 5 Rumah Warga Alami Kerusakan

​Meski kekuatannya lebih kecil, gempa hari Minggu (15/3) dirasakan jauh lebih tajam dan menghentak di wilayah pemukiman seperti Nyalindung (IV MMI) karena pusatnya yang berada tepat di bawah kaki warga.

Ancaman Nyata Sesar Cimandiri dan Sesar Lokal

​Jika gempa hari Jumat berasal dari aktivitas lempeng di laut, gempa hari Minggu ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di daratan, salah satunya adalah Sesar Cimandiri.

​Karakteristik gempa darat yang dangkal (5 km) seperti ini sangat berbahaya bagi bangunan yang tidak tahan gempa. “Gempa darat dengan kedalaman sekecil itu memiliki daya rusak yang lebih tinggi secara lokal, meskipun magnitudonya tidak terlalu besar,” tulis BMKG dalam keterangan teknisnya.

Baca Juga  Sesar Cimandiri Terus Bergerak, Warga Bantargadung Jalani Puasa Ramadan di Pengungsian

Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

​Terjadinya gempa beruntun dalam waktu singkat menandakan adanya pelepasan energi yang terus menerus di jalur patahan. Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan guncangan kecil, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang jalur retakan sesar aktif.

Langkah Siaga yang Harus Dilakukan Sekarang:

Cek Struktur Bangunan: Periksa apakah ada retakan baru pada dinding rumah setelah guncangan M 5,4 dan M 4,1 ini.

Amankan Jalur Keluar: Pastikan pintu keluar tidak terhalang benda berat seperti lemari yang bisa roboh saat guncangan.

Baca Juga  Waspada Tapi Jangan Panik: Kenali Sesar Cimandiri, Sumber Gempa yang Melintasi Sukabumi

Siapkan Tas Siaga: Pastikan dokumen penting, lampu senter, dan obat-obatan siap di satu tas yang mudah diraih.

Hindari Hoaks: Abaikan prediksi gempa besar yang mencantumkan jam dan tanggal pasti, karena secara ilmiah gempa belum bisa diprediksi secara presisi.

​BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya hubungan langsung yang memicu gempa susulan yang lebih besar, namun frekuensi gempa yang rapat mewajibkan warga Sukabumi untuk kembali mengenali protokol keselamatan gempa bumi.

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist