SUKABUMISATU.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Uden, menyoroti berbagai persoalan sosial yang berkembang di dunia kerja dalam pembahasan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang ketenagakerjaan. Ia menilai, regulasi yang disusun harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi para pekerja, tidak hanya sebatas aspek administratif.
Menurut Uden, dinamika sosial yang terjadi di kalangan pekerja saat ini cukup kompleks dan memiliki dampak langsung terhadap produktivitas serta stabilitas kerja. Oleh karena itu, ia mendorong agar pembahasan Raperda dilakukan secara lebih komprehensif melalui kajian yang mendalam dan berbasis data.
“Permasalahan ini perlu didalami agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi sosial pekerja, termasuk kehidupan keluarga dan lingkungan pergaulan, turut memengaruhi kinerja di tempat kerja. Ketika persoalan sosial tidak tertangani dengan baik, dampaknya bisa meluas, tidak hanya pada individu, tetapi juga terhadap perusahaan dan lingkungan masyarakat.
Uden menekankan pentingnya menghadirkan regulasi yang tidak hanya mengatur hubungan kerja secara formal, tetapi juga memperhatikan aspek sosial demi menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Dalam proses pembahasan Raperda tersebut, ia mendorong keterlibatan berbagai pihak lintas sektor. Di antaranya seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Narkotika Nasional, tim P4GN, akademisi, serta perwakilan serikat pekerja dan kalangan pengusaha.
Keterlibatan berbagai elemen ini dinilai penting untuk memperkaya perspektif dan memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan tidak bersifat normatif semata, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Uden berharap seluruh masukan yang dihimpun dapat diuji secara objektif melalui kajian akademik yang kuat, sehingga perubahan Raperda ketenagakerjaan ini benar-benar mampu memberikan solusi terhadap persoalan sosial di dunia kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja di Kabupaten Sukabumi.











