Sentra Keranjang Moci di Desa Sukajaya Sukabumi

SUKABUMISATU.COMDesa Sukajaya yang berlokasi di Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi menjadi sentra pembuatan anyaman bambu yang digunakan keranjang moci. Lokasi sentra kerajinan tangan itu salah satunya berada di Kampung Nangewer, Desa Sukajaya.

Produksi anyaman bambu yang biasa disebut besek itu berada di Desa Sukajaya ini sudah berjalan cukup lama. Warga di sana melakukan produksi keranjang anyaman bambu secara turun menurun sejak era 80an.

“Saya juga meneruskan usaha dari orang tua dan nenek saya menjadi pengrajin sekaligus pengepul,” kata Neneng (52), salah seorang pengrajin besek.

Baca Juga  Pemdes Margaluyu Sagaranten Gelar Muharaman 1446 H

Neneng mengatakan, tak kurang dari 80 persen warga di kampungnya menggeluti usaha yang sama yakni sebagai pengrajin anyaman besek.

Pra pengrajin biasa menjual hasil karyanya senilai Rp 40 ribu per 100 buah keranjang.

“Kalau pengepul menjual ke pabrik mochi itu harganya di kisaran Rp 50 ribu. Biasanya harga naik kalau banyak permintaan,” imbuhnya.

Setiap pekannya, tak kurang dari seribu keranjang dipasok ke pabrik atau produsen mochi di Kota Sukabumi. Jumlah pasokan bisa jauh lebih banyak di hari-hari tertentu.

“Selain dari Kota Sukabumi pembelinya juga ada yang dari luar daerah. Seperti dari Bandung atau Cianjur,” kata dia.

Baca Juga  Dihadiri Ratusan Kades, Heri Gunawan dan Bank Indonesia Gelar FGD Pemberdayaan Bumdes

Neneng menambahkan, pembuatan anyaman besek dimulai dari bahan bambu utuh yang dipotong tipis-tipis. Setiap potongan kemudian dijemur di bawah sinar matahari untuk menghindari jamur.

Selanjutnya, hasil potongan bambu dianyam sedemikian rupa hingga berbentuk kubus.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *