Musim Kemarau Ancam Permukiman, Rumah Bilik di Cidahu Sukabumi Ludes Terbakar

SUKABUMISATU.COM – Musim kemarau kembali memicu kekhawatiran akan meningkatnya risiko kebakaran permukiman di Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah berbahan bilik di Kampung Bojongpari RT 03/01, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, ludes dilalap api pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Rumah milik almarhum Pak Uki yang ditempati Bapak Odim (72) itu hangus terbakar. Material bangunan yang didominasi bilik bambu membuat api dengan cepat menguasai seluruh bagian rumah hingga mengalami kerusakan berat.

Kebakaran juga merembet ke rumah milik Ibu Nenah yang berada tepat di samping lokasi. Meski hanya mengalami kerusakan ringan, enam penghuni rumah tersebut ikut terdampak akibat peristiwa itu.

Baca Juga  Kemarau Bawa Berkah Ekonomi: Harga Mentimun di Sukabumi Meroket hingga Rp13 Ribu per Kg

Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Aparat terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk memastikan sumber api.

Peristiwa tersebut membuat Bapak Odim kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Sementara keluarga Ibu Nenah masih bertahan di rumahnya yang terdampak.

Menindaklanjuti kejadian itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidahu bersama pemerintah desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan, dan warga melakukan asesmen di lokasi serta mendata kebutuhan para korban.

BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan membuat material mudah terbakar, seperti bambu dan kayu, lebih rentan memicu kebakaran apabila terjadi percikan api maupun korsleting listrik.

Baca Juga  Ludes Terbakar, 5 Rumah di Warnasari Sukabumi Hangus Akibat Korsleting Listrik

Saat ini, kebutuhan mendesak korban meliputi pakaian, selimut, dan peralatan dapur. Sementara nilai kerugian material masih dalam proses perhitungan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran tidak hanya dipicu oleh kelalaian, tetapi juga diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem dan karakteristik bangunan di sejumlah wilayah pedesaan. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat serta pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik dan sumber api menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *