Senin,27 April 2026
Pukul: 11:18 WIB

Program Wakaf Ayep Zaki Diterpa Gelombang Kritik, Gerindra Ultimatum: “Kalau Tetap Begini, Kami Tarik Diri”

Program Wakaf Ayep Zaki Diterpa Gelombang Kritik, Gerindra Ultimatum: “Kalau Tetap Begini, Kami Tarik Diri”

Senin, 27 Oktober 2025
/ Pukul: 09:01 WIB
Senin, 27 Oktober 2025
Pukul 09:01 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Pemerintahan Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki tengah diguncang badai kritik. Program unggulan bertajuk Wakaf yang semula digadang-gadang menjadi ikon religius dan ekonomi umat, kini justru menuai kontroversi. Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa, ormas Islam, hingga aktivis terus menggempur Balai Kota. DPRD pun turun tangan membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mengusut program tersebut.

Di tengah situasi politik yang memanas itu, suara keras datang dari Partai Gerindra — partai pengusung utama Ayep Zaki di Pilkada lalu. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi, Drs. Lutfi Achmad, M.B.A, menegaskan bahwa arah kepemimpinan Ayep Zaki harus segera dievaluasi sebelum kehilangan legitimasi di mata publik.

“Saya ingatkan agar Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, segera melakukan evaluasi total. Jalankan kepemimpinan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” tegas Lutfi kepada wartawan, Minggu (26/10/2025).

Menurutnya, berbagai aksi protes dan kegaduhan publik yang terjadi belakangan ini adalah indikasi gagalnya komunikasi politik dan publik di lingkaran pemerintahan Ayep Zaki.

Baca Juga  Bahas Renja 2024, Sekretariat DPRD Kota Sukabumi Gelar Forum Perangkat Daerah

 

“Kalau sampai dibentuk Panja dan muncul gelombang demo besar-besaran, itu artinya komunikasi pemerintah sudah rusak di akar rumput. Produk kebijakan sebaik apa pun tak akan diterima kalau disampaikan dengan cara yang buruk,” sindirnya.

 

Gerindra Ancam Tarik Dukungan Politik

Lebih tajam lagi, Lutfi menyampaikan ultimatum politik kepada Wali Kota Sukabumi. Ia menegaskan bahwa Gerindra tak segan menarik dukungan jika Ayep Zaki dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

“Kalau tetap seperti itu, Gerindra akan tarik diri. Kami tak mau mendukung pemimpin yang hanya memikirkan kelompoknya sendiri,” tegas Lutfi.

“Buat apa kami mendukung kepala daerah yang menutup mata terhadap masyarakat bawah?”

Lutfi menilai, kepemimpinan yang efektif bukan hanya ditentukan oleh visi dan program, tetapi oleh kemampuan membangun komunikasi dan koordinasi yang terbuka dengan berbagai pihak.

“Ayep harus sadar, rakyat butuh diajak bicara, bukan diarahkan sepihak. Kalau komunikasi terus tertutup, kepercayaan publik bisa ambruk,” ujarnya.

Baca Juga  HMI Cabang Sukabumi Laporkan Oknum Dewan Kota Sukabumi Rangkap Jabatan ke BK DPRD

 

Kritik Soal TKPP, Rangkap Jabatan, dan Program Wakaf

Selain soal program wakaf, Lutfi juga menyinggung isu rangkap jabatan dan masalah Tenaga Kerja Profesional Pemerintah (TKPP) yang menjadi sorotan publik. Ia menyebut, berbagai kisruh itu muncul akibat lemahnya manajemen dan minimnya transparansi dalam tubuh Pemkot Sukabumi.

“Gerindra punya beban moral terhadap rakyat dan tanggung jawab terhadap Presiden Prabowo. Kami ingin program pemerintah pusat bisa sampai ke rakyat, bukan tersumbat karena ego politik lokal,” katanya.

 

Pesan Tegas untuk Lingkaran Wali Kota

Dalam pernyataannya, Lutfi juga menyindir keras kinerja tim komunikasi dan tenaga ahli Pemkot yang dinilai hanya menikmati fasilitas tanpa kontribusi nyata.

“Ada Humas, ada tenaga ahli yang digaji dari APBD, tapi kalau tidak bisa menjembatani komunikasi rakyat dan wali kota, untuk apa ada mereka?”

Baca Juga  Bidik Suara Buruh PT Pratama dan GSI, Gerindra Targetkan Dua Kursi DPR RI dari Sukabumi

 

“Itu duit rakyat, bukan untuk duduk manis dan foto di acara seremonial,” tegasnya.

 

Gerindra: Partai Penyeimbang, Bukan Pencari Kue Kekuasaan

Meski melontarkan kritik tajam, Lutfi menegaskan Gerindra tetap membuka ruang komunikasi dengan Ayep Zaki, selama komunikasi itu membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kalau ketemu, kita welcome, tapi jangan buat lobi-lobi politik. Gerindra bukan partai minta jatah. Kami partai yang mapan dan ideologis,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kepada seluruh kader agar tetap lurus pada garis perjuangan partai, menjadi penyeimbang, bukan pengikut buta.

“Kami mendukung kebijakan yang benar, menolak yang menyimpang. Bagi kami, loyalitas kepada rakyat lebih tinggi dari loyalitas politik,” pungkasnya.

Gelombang kritik terhadap program Wakaf Wali Kota Ayep Zaki menjadi cermin bahwa transparansi dan komunikasi publik adalah kunci utama keberhasilan sebuah pemerintahan. Ketika partai pengusung sendiri mulai bersuara keras, itu sinyal serius bahwa legitimasi politik di tingkat lokal sedang teruji.

Related Posts

Add New Playlist