SUKABUMISATU.com, CIAMBAR – Suasana khidmat menjelang ibadah Salat Jumat di Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa. Jumat, (3/7/26).
Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun dilaporkan hilang secara misterius di dekat aliran sungai setempat. Kepedihan mendalam begitu terasa lantaran sang anak baru saja melewati salah satu momen penting masa kecilnya, yakni khitanan, tepat satu minggu yang lalu.
Suasana duka nampak menyelimuti kediaman pasangan Bapak Wiwin Saepudin dan Ibu Irma Wati. Berdasarkan data resmi yang ditunjukkan oleh pihak pengurus RT setempat, korban diketahui bernama lengkap Fadlan Al Fharizi.
Bocah malang kelahiran Sukabumi, 26 Mei 2021 ini merupakan anak bungsu dari dua bersaudara yang tinggal bersama orang tuanya di lingkungan Kp. Babakan Gobang, RT 001/005, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar.
Kronologi Lepas dari Pengawasan
Peristiwa memilukan ini bermula pada Jumat siang sekitar pukul 11.30 WIB. Menurut keterangan Kepala Desa Cibunarjaya, Acep Awaludin, yang dihimpun dari pengurus RT dan warga sekitar, Fadlan awalnya tengah asyik bermain bersama tiga orang teman sebanyanya di sekitar lokasi kejadian.
Petaka diduga muncul saat ada salah seorang warga yang membagikan jeli kepada anak-anak tersebut. Setelah mendapatkan takjil manis itu, teman-teman Fadlan memilih untuk pulang dan kembali ke rumah masing-masing, meninggalkan Fadlan seorang diri di sekitar area yang berbatasan langsung dengan aliran sungai Cicatih.
Kesaksian penting diperkuat oleh seorang warga perempuan di sekitar lokasi yang sempat melihat detik-detik terakhir keberadaan korban sebelum azan Jumat berkumandang.
”Sekitar jam 11.45 atau 11.46 WIB, saya masih melihat anak itu lagi bolak-balik di area depan rumah ini. Cuma dua kali balikan saja, setelah itu saya tidak tahu lagi dia ke mana,” ungkap saksi mata tersebut dengan nada cemas.
Saksi menambahkan, saat terakhir kali terlihat, Fadlan Al Fharizi tengah mengenakan pakaian anak-anak lengan pendek berwarna gelap, abu-abu monyet atau kehitaman.
Soroti Infrastruktur dan Keamanan Lingkungan
Hilangnya Fadlan memicu keprihatinan mendalam mengenai keamanan infrastruktur di kawasan permukiman warga. Area jalan yang menjadi tempat bermain anak-anak di Kampung Babakan Gobang diketahui berada tepat di pinggir bantaran sungai namun sama sekali belum memiliki pagar pembatas atau pengaman.
Melihat kondisi yang sangat rawan ini, Pemerintah Desa Cibunarjaya langsung mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh elemen masyarakat.
”Kami mengimbau masyarakat yang memiliki anak di bawah umur untuk lebih ekstra ketat memperhatikan anak-anaknya saat bermain, mengingat kondisi lokasi kita ini tidak ada pembatas jalan ataupun pembatas sungai,” tegas Kades Acep Awaludin.
Pihak Pemdes juga berkomitmen akan segera merencanakan pembangunan pagar pengamanan di sepanjang jalur rawan tersebut agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Polisi Gandeng Basarnas Sisir Aliran Sungai
Mendapat laporan kehilangan anak yang mengerucut pada dugaan kuat hanyut atau tenggelam di area sungai, aparat kepolisian dari sektor setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan taktis di lokasi kejadian.
Anggota kepolisian setempat, Aiptu Nanang Fitriyono, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak ingin membuang waktu dan langsung melakukan langkah koordinasi cepat dengan otoritas penyelamat profesional demi mempercepat proses penelusuran di sepanjang aliran air.
”Kami telah menghubungi dan berkoordinasi langsung dengan Tim Basarnas Kabupaten Sukabumi untuk meminta bantuan penanganan guna mencari korban yang diduga telah tenggelam,” ujar Aiptu Nanang Fitriyono saat memberikan keterangan resmi di lokasi pencarian.
Aiptu Nanang membenarkan seluruh karakteristik dan identitas korban yang dilaporkan hilang memang sesuai dengan data yang dipegang oleh pemdes dan pihak keluarga, yakni anak laki-laki berusia lima tahun dengan pakaian terakhir lengan pendek.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan dari Basarnas, jajaran kepolisian, pihak desa, pengurus RT, serta ratusan warga setempat masih bahu-membahu melakukan penyisiran intensif menyusuri bantaran dan arus sungai. Doa dan harapan terbaik terus mengalir dari seluruh warga Sukabumi agar Fadlan Al Fharizi dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. (Suhendi Soex)












