Pilu! Kisah Pemuda Pembuang Sampah, Korban Selamat Tabrakan Kereta Api Cibadak

Tempat kejadian Gerobak sampah Iki terseret mobil bok dan Kereta Api di Cibadak Sukabumi. Jum'at, (19/06/2026).

SUKABUMISATU.com – Di balik riuh dan mencekamnya kecelakaan maut di perlintasan sebidang Kampung Babakan, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/06/2026) terselip sebuah kisah memilukan tentang seorang pemuda sederhana.

​Iki, seorang pemuda lokal yang sehari-harinya menggantungkan hidup dan baktinya dengan membantu warga sekitar, kini harus terbaring di ranjang rumah sakit. Ia menjadi salah satu korban luka dalam insiden karambol yang melibatkan kereta api, truk boks, dan sepeda motor tersebut.

​Nahasnya, musibah itu datang justru di saat Iki sedang menjalankan rutinitas mulianya: membersihkan kampung dari tumpukan sampah.

Sosok Penolong yang Tak Kenal Waktu

​Bagi warga sekitar Kampung Babakan, sosok Iki bukanlah orang asing. Pemuda ini dikenal memiliki kepribadian yang sangat ringan tangan dan rajin membantu para tetangga. Pekerjaan utama yang kerap ia lakoni sehari-hari adalah mengangkut sampah domestik dari rumah-rumah warga untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

​”Sehari-hari kegiatannya memang suka bantu warga buat buang sampah ke TPS,” ujar Rizal, paman korban, saat ditemui dengan raut wajah penuh kekhawatiran di depan ruang IGD RSUD Sekarwangi.

Baca Juga  Kesaksian Sopir Truk Boks Mencekam Sebelum Dihantam Kereta di Cibadak, Korban Motor Sempat Terjepit

​Menurut Rizal, Iki tidak pernah mengeluh atau mematok waktu dalam bekerja. Kapan pun warga membutuhkan tenaganya, ia selalu siap sedia.

​”Waktunya enggak tentu, gimana yang nyuruhnya saja. Pagi atau sore, kalau ada yang minta bantuan, dia langsung jalan,” kenang Rizal lirih.

Detik-Detik Kejadian Nahas saat Mendorong Gerobak

​Hari itu, rutinitas Iki berjalan seperti biasa. Dengan bermodalkan sebuah gerobak sampah manual, ia menyusuri jalanan kampung untuk mengumpulkan sampah warga. Jalur yang ia lewati kebetulan mengharuskannya melintasi area perlintasan rel kereta api.

​Namun, sore itu tak berjalan biasa. Saat Iki tengah fokus dengan gerobak sampahnya di sekitar perlintasan, sebuah truk boks melaju dan di saat yang bersamaan, kereta api melintas dengan kecepatan tinggi.

​Benturan keras tak terhindarkan. Lokomotif kereta menghantam truk boks hingga terpental hebat. Iki yang posisinya sangat dekat dengan titik benturan, tak sempat menyelamatkan diri. Tubuh pemuda malang ini ikut terhempas material kendaraan yang ringsek akibat efek domino kecelakaan maut tersebut.

Baca Juga  Dampak Longsor, Pemberangkatan Ratusan Penumpang Kereta Sukabumi-Bogor Dibatalkan

​Gerobak sampah yang setianya menemaninya mencari nafkah, kini hancur berantakan di lokasi kejadian.

Mengalami Pendarahan Hebat, Keluarga Desak Palang Pintu Diaktifkan

​Akibat hantaman tersebut, Iki mengalami luka yang cukup serius di bagian tubuhnya dan langsung dilarikan oleh petugas gabungan ke rumah sakit terdekat.

​”Ada luka robek di tangan sebelah kiri, pendarahannya juga cukup banyak. Saat ini keponakan saya sedang ditangani secara intensif oleh tim medis RSUD Sekarwangi,” jelas Rizal, memohon doa agar keponakannya bisa segera melewati masa kritis.

​Melihat musibah yang menimpa keponakannya dan korban lainnya, pihak keluarga menaruh harapan besar agar tidak ada lagi “Iki-Iki” lain yang menjadi korban di perlintasan tersebut. Rizal menyoroti keberadaan pos palang pintu di lokasi yang hingga kini belum dioperasikan secara maksimal.

​”Harapan kami dari keluarga, di situ kan sebenarnya sudah dibangun pos palang pintu kereta. Tolong kepada pihak terkait untuk segera mengoperasikannya seoptimal mungkin. Jangan sampai nunggu kejadian berdarah seperti ini terulang kembali,” pungkasnya penuh harap.

Baca Juga  Diduga Bermain Layangan, Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta Api di Cicantayan

​Kini, warga kampung hanya bisa berdoa agar si pemuda penolong itu bisa kembali pulih, kembali tersenyum, dan kembali mendorong gerobaknya di sela-sela rumah warga.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *