Perempuan Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai Cicatih Cibadak

SUKABUMISATU.COM, CIBADAK – Warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan paruh baya di pinggir aliran Sungai Cicatih, Kampung Sukamaju RT 002/RW 001, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026).

Korban diketahui berinisial Ooy (68), warga Kampung Kubang RT 004/RW 005, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan laporan Polsek Cibadak, jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi tertelungkup di pinggir sungai. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan Kepala Dusun Warnajati.

Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian dan instansi terkait. Petugas Polsek Cibadak bersama perangkat Desa Warnajati, Babinsa, BPBD, serta warga kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

Baca Juga  Saat Puluhan Siswa SPS Anggreng Jelegong Nagrak Rasakan Pengalaman jadi Pemadam Kebakaran

Petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi sebelum jasad korban dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk menjalani pemeriksaan.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat meninggalkan rumah, korban mengenakan daster merah bermotif bunga dan kerudung berwarna cokelat.

Anak korban, Yandi Royandi, mengatakan keluarga memang kerap mencari korban ketika perempuan tersebut meninggalkan rumah. Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami kondisi mudah lupa atau pikun dan beberapa kali pergi dari rumah tanpa memberitahukan keluarganya.

Keluarga kemudian mendapat informasi mengenai penemuan jasad perempuan di aliran Sungai Cicatih pada Minggu sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah mendatangi lokasi, keluarga mengenali korban berdasarkan pakaian yang dikenakannya.

Baca Juga  Kakek 70 Tahun Ditemukan Tewas Dalam Sumur di Cibadak Sukabumi

“Setelah mendatangi lokasi, pakaian yang dikenakan korban dinilai sangat sesuai dengan pakaian yang terakhir dikenakannya saat meninggalkan rumah,” demikian keterangan keluarga dalam laporan kepolisian.

Berdasarkan pemeriksaan dokter jaga, korban berjenis kelamin perempuan dan saat ditemukan masih mengenakan pakaian daster merah bermotif dengan lengan pendek.

Kondisi fisik jenazah menunjukkan adanya perubahan pada sejumlah bagian tubuh. Namun, kondisi tersebut merupakan temuan pemeriksaan luar dan tidak dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian.

Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan dan dokumentasi video.

Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan penanganan awal di lokasi penemuan. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan dan keputusan keluarga.

Baca Juga  Camat Cibadak Ajak Pemuda Bersinergi dalam Pembangunan

Reporter: Suhendi Soex/Chuba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *