Senin,27 April 2026
Pukul: 19:03 WIB

Penderita Anemia Wajib Baca, Benarkah Telur Ayam Juga Dapat Meningkatkan Kadar Hemoglobin?

Penderita Anemia Wajib Baca, Benarkah Telur Ayam Juga Dapat Meningkatkan Kadar Hemoglobin?

Selasa, 1 Agustus 2023
/ Pukul: 16:32 WIB
Selasa, 1 Agustus 2023
Pukul 16:32 WIB
Telur dapat membantu meningkatkan kadar Hemoglobin karena mengandung zat besi.
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Della Martha Halimatussa’diah, S.Gz

Anemia merupakan suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin adalah salah satu jenis dari sel darah merah/eritrosit yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan mengantarkannya ke seluruh sel jaringan tubuh.

Diagnosis anemia dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin dalam darah. Seseorang menderita anemia bila kadar hemoglobin darah menunjukkan angka > 12 g/dL untuk perempuan tidak hamil usia > 15 tahun, serta >13 g/dL untuk laki-laki usia > 15 tahun. Anemia dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12 dan protein.

Namun, secara langsung anemia utamanya disebabkan karena produsi/kualitas sel darah merah yang kurang atau kehilangan darah baik secara akut atau menahun. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi anemia akibat kekurangan zat besi adalah mempraktekkan pola makan bergizi seimbang. Pola makan bergizi seimbang terdiri dari aneka ragam makanan, termasuk pangan sumber protein.

Benarkah Telur Ayam Dapat Meningkatkan Kadar Hemoglobin?

Telur ayam dapat menjadi pilihan untuk di jadikan menu dalam meningkatkan hemoglobin. Kandungan zat besi yang terdapat dalam telur sebenarnya tidak sebanding dengan kandungan zat besi pada daging merah.

Namun, selain mudah ditemukan dan lebih terjangkau, telur cukup efektif untuk meringankan radang. Hal ini disebabkan telur memiliki komposisi yang bermanfaat yaitu vitamin A yang bekerja cukup baik untuk meredakan radang. Oleh karena itu, benar adanya jika telur dapat dijadikan pilihan yang sangat disarankan bagi orang yang menderita anemia defisiensi besi dengan peradangan.

Kandungan zat gizi protein dalam telur ayam sejumlah 12-16% atau sekitar 7-8 gram protein dalam satu butir telur. Di dalam telur juga terdapat kandungan sejenis mineral mikro yang sangat penting dan dibutuhkan tubuh, yaitu B6, zink dan zat besi. Telur memiliki kandungan zat zink pada telur adalah sebesar 0,72 mg telur utuh dan sebesar 0,58 mg kuning telur.

Baca Juga  Menelusuri ‘Laboratorium Alam’ Sukabumi yang Menjadi Incaran Ilmuwan Eropa Sejak Awal Abad 19

Telur mengandung zat besi yang cukup tinggi. Kandungan zat besi telur sebesar 1,04 mg pada telur utuh dan sebesar 0,95 mg pada kuning telur. Zat besi dalam makanan dapat membentuk heme dan nonheme. Zat besi heme adalah zat besi yang berikatan dengan protein, banyak terdapat dalam bahan makanan hewani misalnya daging, unggas, telur dan ikan.

Zat besi nonheme adalah senyawa besi anorganik yang kompleks, zat besi nonheme ini umumnya terdapat dalam tumbuh-tumbuhan seperti serealia, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Zat besi heme dapat diserap sebanyak 20-30% sebaliknya zat besi nonheme hanya diserap sebanyak 1-6%. Sehingga zat besi heme yang bersumber dari bahan makanan hewani ini lebih baik dikonsumsi oleh penderita anemia dari pada zat besi nonheme yang bersumber dari bahan makanan organik.

Cara Meningkatkan Penyerapan Zat Besi Dalam Tubuh

1. Konsumsi Bahan Makanan Sumber Zat Besi Dengan Vitamin C

Vitamin C yang diberikan bersama zat besi akan berdampak berupa peningkatan penyerapan zat besi. Fungsi usus halus adalah menyerap nutrisi.

benSetiap bagian usus halus menyerap nutrisi tertentu seperti bagian usus dua belas jari yang menyerap mineral seperti zat besi dan kalsium. Penyerapan zat besi dapat lebih efektif jika zat besi dalam bentuk ferro (aktif) karena mudah larut.

Sehingga, diperlukan senyawa yang dapat mengubah zat besi dalam bentuk ferri (inaktif) menjadi bentuk ferro (aktif) di dalam usus yaitu vitamin C. Zat besi dalam bentuk ferro (aktif) lebih mudah diserap diusus halus, sehingga penyerapan zat besi dapat meningkat hingga 4 kalilipat.

Baca Juga  Memahami Budaya Organisasi

Kandungan vitamin C yang tinggi apabila dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi dan protein seperti telur ayam mengakibatkan tubuh menerima zat-zat gizi yang lengkap untuk mendukung pembentukan hemoglobin sehingga kadar hemoglobin dalam tubuh akan mengalami peningkatan.

Peningkatan kadar hemoglobin dipengaruhi oleh asupan zat gizi seperti zat besi, protein dan vitamin C yang penting untuk mendukung terjadinya proses pembentukan hemoglobin. Sehingga, makanan yang kaya sumber zat besi contohnya telur, hati, ikan, daging dan unggas jika dikonsumsi bersama dengan buah-buahan akan meningkatkan penyerapan zat besi karena mengandung vitamin C yang tinggi.

Penelitian menyebutkan bahwa pemberian 1 butir telur ayam kampung dan 1 porsi jus jambu biji merah dengan kandungan buah 100 gr/porsi setiap hari mengakibatkan terjadi peningkatan zat besi, protein dan vitamin C dalam tubuh remaja putri sehingga proses pembentukan hemoglobin dapat berjalan dengan baik karena adanya zat gizi yang dibutuhkan. Namun, perlu diingat bahwa cara diatas harus diimbangi dengan asupan makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kita setiap harinya.

2. Jangan Mengkonsumsi Bahan Makanan Sumber Zat Besi Dengan Bahan Makanan Dibawah Ini

Bahan makanan penghambat penyerapan zat besi (inhibitor) adalah bahan makanan yang bersifat akan menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh dari makanan yang dikonsumsi seperti fitat (pada dedak, katul, jagung, protein kedelai, susu, coklat dan kacang -kacangan), polizat besinol (termasuk tannin) pada teh, kopi, bayam, kacang kacangan,zat kapur/kalsium (pada susu, keju), dan phospat (pada susu, keju).

Baca Juga  Sumber Minyak Bumi Hingga Kopi: Junghuhn Menguak Vegetasi dan Iklim Djampang

Teh dan kopi juga memiliki potensi sebagai penyebab anemia dikarenakan bisa menyerap mineral menjadi zat besi. Hal ini dikaitkan dengan peran tanin yang terdapat dalam kandungan teh. Mineral yang terdapat pada makanan merupakan pembentuk zat besi dan bila bereaksi dengan tanin yang ada pada teh, akan membentuk ikatan yang tidak larut dalam sistem pencernaan.

Tanin ini dapat mengikat beberapa logam seperti zat besi, kalsium, dan aluminium, lalu membentuk ikatan kompleks secara kimiawi. Karena dalam posisi terikat terus, maka senyawa besi dan kalsium yang terdapat pada makanan sulit diserap tubuh sehingga menyebabkan penurunan zat besi dan menyebabkan penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi tidak maksimal atau tidak cukup.

Minum teh pada saat makan akan menurunkan penyerapan besi sampai 50 persen. Apabila ingin mengkonsusmi teh dan kopi beri jeda minimal 1 -2 jam sebelum dan setelah makan. Langkah tersebut dimaksudkan agar zat besi dapat diserap terlebih dahulu oleh usus halus dan tidak terjadi tarik menarik antara zat besi dengan tanin yang akan menghambat penyerapan zat besi tersebut.

Penelitian menyebutkan bahwa jika mengkonsumsi teh atau kopi satu jam sesudah makan dapat menurunkan penyerapan hingga 85%. Penelitian menyebutkan bahwa ada hubungan tingkat kecukupan asam folat, konsumsi kopi dan teh dengan status anemia pada lansia.

Penelitian lain menyatakan bahwa remaja peminum kopi sangat rentan terhadap penurunan kadar hemoglobin yang dapat mengakibatkan anemia, dan penelitian juga menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi sumber pangan inhibitor (penghambat) zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. (*)

Related Posts

Add New Playlist