SUKABUMISATU.com — Siang itu, terik matahari di jalur turunan tajam Tanjakan Cisarakan mendadak pecah oleh suara benturan keras. Sebuah truk box bermuatan pupuk dengan nomor polisi T 8303 NM tiba-tiba kehilangan kendali, menghantam dinding tebing hingga terguling hebat, Senin (26/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Di dalam kabin yang ringsek, sang sopir berjuang antara hidup dan mati. Tubuhnya terjepit di balik kemudi selama kurang lebih 30 menit yang terasa begitu panjang.
Iis (65), seorang warga setempat yang berada hanya sekitar 15 meter dari lokasi kejadian, masih menyisakan sisa keterkejutan di wajahnya. Ia menceritakan bagaimana detik-detik menegangkan itu berlangsung di depan matanya sendiri.
“Saya mah pas nyampe di situ kira-kira 15 meter ya, ke TKP, saya langsung berhenti di situ,” ujar Iis dengan nada tertahan.
Naluri kemanusiaannya langsung bergerak. Di dalam truk yang nahas itu, Iis melihat ada dua orang di dalamnya. Satu korban berhasil keluar lebih dulu dengan susah payah, sementara sang sopir tak bisa beranjak akibat kaki dan tubuhnya yang terjepit bagian depan kendaraan yang ringsek.
Proses evakuasi yang memakan waktu sekitar setengah jam itu menjadi tontonan menegangkan sekaligus penuh doa dari warga yang berkerumun. Iis bahkan sempat melihat salah satu korban mengalami luka yang cukup mengkhawatirkan, terutama di bagian wajah akibat hantaman keras.
“Proses penyelamatan tadi lumayan lama, sekitar setengah jam-an sampai sopirnya bisa dikeluarin. Lukanya lumayan parah, kasian tadi keliatan bagian mukanya,” tutur Iis lirih.
Rute Maut yang Menuntut Kewaspadaan
Jalur Cikidang –Pelabuhanratu memang dikenal sebagai salah satu lintasan yang menantang sekaligus rawan di Kabupaten Sukabumi. Kontur jalan yang naik-turun curam dan berkelok kerap menguji keandalan kendaraan, terutamanya bagi truk-truk bertonase besar.
Tragedi ini meninggalkan pesan mendalam bagi Iis dan warga sekitar. Ia berharap insiden serupa tidak terulang kembali, seraya mengingatkan para pengemudi—khususnya kendaraan muatan berat—untuk tidak menganggap remeh karakter medan jalanan di kawasan ini.
“Saya sebagai warga, saya berharap kepada pemilik perusahaan, sopir-sopir yang box seperti ini harus lihat situasi jalan ya, jangan kencang-kencang. Harus hati-hati,” pesan Iis penuh harap agar keselamatan tetap menjadi nomor satu.
Penanganan Cepat Kepolisian
Tak berselang lama setelah kejadian, jajaran kepolisian dari Satlantas Polres Sukabumi langsung tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, memastikan bahwa kedua korban telah mendapatkan penanganan medis intensif.
“Untuk saat ini korban dua orang, kemudian masih dalam keadaan luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhanratu,” kata Wangsit saat dikonfirmasi.
Guna memperlancar proses evakuasi bangkai truk dan olah TKP, pihak kepolisian sempat memberlakukan pengalihan arus lalu lintas sementara menuju jalur alternatif bagi pengendara yang mengarah ke Cikidang. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mendalami kronologi pasti untuk menguak penyebab di balik kecelakaan tunggal yang hampir merenggut nyawa tersebut.
Di balik dinginnya tebing Cisarakan sore itu, insiden ini kembali menjadi pengingat keras bahwa laju roda kendaraan di jalan raya tidak hanya membawa muatan materi, tetapi juga pertaruhan nyawa yang harus dijaga dengan kehati-hatian.












