SUKABUMISATU.com, CIKIDANG — Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Cikidang–Palabuhanratu, tepatnya di Kampung Bantarselang RT 03/11, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (8/8/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB tersebut diduga kuat dipicu akibat rem kendaraan yang berfungsi tidak maksimal saat melintasi jalan menurun.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edi Wibowo, membenarkan terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut. Ia menjelaskan, kendaraan bernomor polisi B 9047 JXR itu dikemudikan oleh Sehan Ali (23), seorang mahasiswa asal Teluknaga, Kabupaten Tangerang, dengan membawa seorang penumpang bernama Ahmad Miftah Urrizki (22) asal Mandailing Natal.
”Kendaraan melaju dari arah Cikidang menuju Palabuhanratu membawa muatan kantong plastik. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) yang kondisinya tikungan menurun, diduga sistem pengereman tidak berfungsi dengan baik atau blong,” ujar Ipda Wangsit Edi Wibowo saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).
Akibat kendala pada sistem pengereman, sopir hilang kendali atas laju truknya. Kendaraan lantas oleng ke sisi kiri jalan hingga akhirnya terperosok.
”Pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraannya, sehingga membanting ke sebelah kiri jalan dan terperosok,” tambahnya.
Ipda Wangsit Edi Wibowo memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Baik pengemudi maupun penumpang dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera serius. Namun, akibat benturan tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp5.000.000.
Berdasarkan hasil olah TKP, kondisi jalan di lokasi kejadian merupakan aspal bergelombang, berupa tikungan menurun, serta diapit tebingan di sisi kiri dan kanan jalan. Walau arus lalu lintas lancar dan cuaca cerah pada pagi hari, area tersebut memerlukan kewaspadaan ekstra mengingat tidak adanya marka jalan.
Kepolisian kembali mengimbau para pengendara yang melintasi jalur Cikidang–Palabuhanratu untuk selalu memeriksa kelaikan fisik kendaraan secara berkala, terutama komponen vital seperti sistem pengereman dan ban, guna meminimalisasi risiko kecelakaan di jalur rawan kecelakaan tersebut.
Reporter: Suhendi Soex












