SUKABUMISATU.com – Musibah kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Kampung Selaawi RT 17 RW 04, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jumat (27/3/2026). Sedikitnya lima unit rumah permanen hangus dilalap si jago merah hingga menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB tersebut diduga kuat dipicu oleh arus pendek atau korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Kondisi bangunan yang berdempetan membuat api dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukabumi, Enggen Harmaen, mengungkapkan bahwa api berhasil dipadamkan setelah lima unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Kota dan Kabupaten Sukabumi diterjunkan ke lokasi.
”Api baru bisa dipadamkan total sekitar pukul 14.00 WIB berkat kerja keras petugas Damkar dibantu warga sekitar, TNI, Polri, Tagana, dan relawan lainnya,” ujar Enggen dalam laporannya.
Dampak dan Korban
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dampak kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Sebanyak lima rumah dilaporkan mengalami rusak berat (RB). Akibatnya, sebanyak 21 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.
”Para korban saat ini sudah diungsikan ke rumah Ketua RT setempat dan kerabat terdekat mereka yang masih berada di wilayah sekitar lokasi kejadian,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, para kepala keluarga (KK) yang terdampak di antaranya adalah keluarga Bapak Sadria (73), Ibu Onih (71), Ibu Nurhayati (48), Bapak Sahrul, Ibu Mimin Mintarsih (67), Bapak Wawan Kurniawan (48), Bapak Deri (26), dan Bapak Endang (70).
Upaya Penanganan
Pihak P2BK Sukabumi telah melakukan asesmen di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan perangkat Desa Warnasari, unsur Kecamatan, Koramil, Polsek, hingga Pramuka Peduli.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi sudah mulai kondusif, namun petugas tetap menghimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan di lingkungan masing-masing.
”Data ini bersifat sementara. Jika ada perkembangan informasi terbaru dari lapangan, akan segera kami laporkan kembali,” tutup Enggen.
Reporter: Aris
Editor: Demi Pratama Adiputra












