Senin,20 April 2026
Pukul: 19:10 WIB

Kondisi Rumput Stadion Suryakencana Memprihatinkan Pasca Konser, Disporapar Kota Sukabumi Buka Suara

Kondisi Rumput Stadion Suryakencana Memprihatinkan Pasca Konser, Disporapar Kota Sukabumi Buka Suara

Senin, 20 April 2026
/ Pukul: 19:09 WIB
Senin, 20 April 2026
Pukul 19:09 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM, KOTA SUKABUMI – Kondisi lapangan Stadion Suryakencana (Surken) Warudoyong, Kota Sukabumi, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Fasilitas olahraga kebanggaan warga tersebut tampak rusak berat, berlumpur, dan dipenuhi sampah usai digelarnya sebuah festival musik di lokasi tersebut pada Minggu malam.

​Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi saat acara berlangsung disinyalir menjadi penyebab utama lapangan berubah menjadi “kubangan” lumpur akibat beban penonton yang memadati area rumput.

​Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengakui bahwa kondisi stadion saat ini memang jauh dari kata ideal.

Evaluasi Tanpa Uang Jaminan

​Rahmat menegaskan pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut. Namun, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini prosesnya masih dalam tahap evaluasi mendalam karena kegiatan baru saja berakhir.

Baca Juga  Kulah jadi Masalah, Film Komedi Pendek Garapan Komunitas Forum Film Sukabumi X Disporapar Kota Sukabumi

​”Memang kegiatan kemarin konser sambil hujan, jadi belok (berlumpur) dan bala (berantakan). Itulah mengapa kita akan lakukan evaluasi terlebih dahulu. Sesuai kewenangan, saya akan tindak lanjuti,” ujar Rahmat kepada awak media, Senin (20/4/2026).

​Satu hal yang menjadi sorotan adalah mekanisme kerja sama antara pemerintah daerah dan penyelenggara. Rahmat mengungkapkan bahwa sistem yang digunakan adalah sewa menyewa biasa, tanpa adanya uang jaminan kerusakan di awal.

​”Kita akan lakukan kajian berdasarkan aturan yang berlaku untuk menentukan langkah perbaikan ke depan,” tambahnya.

Dilema Minimnya Destinasi di Kota Kecil

Baca Juga  Konser Akbar Maharaja 48 Siap Guncang Cikidang 11 Oktober 2025

​Lebih lanjut, Rahmat memaparkan alasan di balik pemberian izin penggunaan stadion untuk kegiatan non-olahraga seperti konser musik. Menurutnya, Kota Sukabumi menghadapi dilema karena keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai penarik wisatawan.

​”Kita itu kan kota kecil yang tidak punya apa-apa dari sektor kepariwisataan berbasis SDA. Maka, satu-satunya harapan kita adalah dari kreativitas, salah satunya melalui event-event yang bisa mendatangkan kunjungan ke Kota Sukabumi,” jelas Rahmat.

Rencana “Lapdek Jilid Dua”

​Sebagai solusi jangka panjang agar fungsi olahraga tidak terus berbenturan dengan kegiatan hiburan, Rahmat menyebut Pemkot Sukabumi memiliki rencana untuk membangun ruang publik baru yang lebih representatif.

Baca Juga  Dua Pegawai Disporapar Kota Sukabumi Jadi Tersangka Korupsi Retribusi Cikundul dan Rengganis

​Rencana tersebut ia istilahkan sebagai “Lapdek Jilid Dua”, merujuk pada pengembangan Lapangan Merdeka agar semakin banyak pilihan lokasi bagi Event Organizer (EO) tanpa harus merusak fasilitas stadion.

​”Ke depan, ada keinginan membangun ‘Lapdek Jilid Dua’. Jadi nanti banyak pilihan untuk EO melakukan kegiatan yang menjadi magnet kunjungan tanpa harus mengorbankan fungsi utama stadion,” pungkasnya.

​Kini, publik menunggu realisasi dari evaluasi tersebut. Pasalnya, jika biaya perbaikan lapangan dibebankan pada APBD, dikhawatirkan nilainya justru akan lebih besar dibandingkan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari nilai sewa yang diterima.

Reporter: RN

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist