SUKABUMISATU.COM – Seorang pemuda asal Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi meninggal dunia diduga dikeroyok dua orang menggunakan senjata tajam jenis celurit. Korban mengalami luka bekas senjata tajam yang tembus hingga ke organ dalam.
Berdasarkan data yang dihimpun redaksi sukabumisatu.com, korban diketahui Muhamad Andri alias Mamad (18) warga Kampung Pondokkaso RT 004 RW 001, Desa Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.
“Pihak keluarga dikasih tahu teman-temannya bahwa korban sudah meninggal dunia tadi malam. Kita dikasih tahu sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Solihin, Ketua RT di wilayah tempat tinggal korban, ditemui sukabumisatu.com di RSUD Sekarwangi Cibadak, Selasa (14/11/2023).
Jenazah korban dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk keperluan autopsi. Namun kekinian diperoleh informasi autopsi akan dilakukan di RS Kramat Jati Jakarta.
Solihin mengatakan, korban pamit kepada keluarganya untuk keluar bersama teman sekira pukul 23.00 WIB, Senin (13/11/2023). Saat itu pihak keluarga hanya mengetahui bahwa korban diajak ngopi.
“Informasi dari teman-temannya menyebutkan bahwa korban iini duel dengan orang parakansalak,” kata Solihin.
“Korban tidak tahu mau ada perkelahian makanya dia pakai tangan kosong. Sementara lawannya dua orang itu bawa celurit di kiri dan kanan,” kata dia.
Ia menambahkan, dilihat dari hasil pemeriksaan sementara terdapat luka bacokan di bagian dada korban. Luka tersebut diduga tembus hingga ke organ dalam.
Sementara itu hingga berita ini disusun redaksi sukabumisatu.com masih berupaya mengkonfirmasi informasi ini ke kepolisian. Namun hingga berita diterbitkan, upaya konfirmasi belum mendapat jawaban.
Reporter: Suhendi Soex | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor











