SUKABUMISATU.COM, CIRACAP – Jagat media sosial di Sukabumi mendadak panas. Pernyataan kontroversial yang dilontarkan akun Facebook @Rere Said Subakti memicu gelombang kemarahan dari para kuli tinta di Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, akun tersebut secara vulgar merendahkan kehormatan jurnalis dengan sebutan “Wartawan Bodrex”.
Penghinaan ini bermula saat akun tersebut mengunggah status terkait polemik tiket masuk kawasan wisata Ujunggenteng. Bukannya memberikan argumen yang sehat, akun tersebut justru menyerang pribadi dan profesi wartawan yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosialnya.
“Tah anu asli piknik mah fine fine jeung happy we puas tos piknik ka Ujunggenteng. Natt eta si wartawan bodrex, tong sok rareseh mempermasalahkeun karcis. Ulin heunteu, jajan heunteu, demi mengejar fyp dan jadi wartawan bodrex beres wawanianan mencemarkan kawasan wisata Ujunggenteng,” tulis akun tersebut dalam dialek Sunda yang bernada provokatif.

Pelecehan Terhadap Profesi: Jalur Hukum Harga Mati!
Reaksi keras langsung berdatangan. Kalangan insan pers di Sukabumi menilai pernyataan tersebut bukan sekadar curhatan medsos biasa, melainkan serangan sistematis terhadap marwah jurnalisme.
“Ini jelas pelecehan! Kami tidak akan tinggal diam. Sebutan ‘Wartawan Bodrex’ adalah stigma negatif yang sangat melukai integritas kami yang bekerja berdasarkan UU Pers,” tegas Maulana Yusuf salah satu perwakilan jurnalis di Polsek Ciracap. Kamis (26/03/2026).
Pihaknya memastikan akan melakukan penelusuran mendalam dan menuntut klarifikasi terbuka. Jika tidak ada itikad baik, jalur hukum adalah langkah final. “Kami sedang kumpulkan bukti. Ini bisa masuk ranah UU ITE Pasal 27 ayat (3) tentang pencemaran nama baik, serta Pasal 310 dan 311 KUHP. Jangan sampai jempolmu justru menjebloskanmu ke penjara,” tambahnya dengan nada sengit.
Fungsi Kontrol Bukan ‘Pencemaran’
Perlu dicatat, kritik jurnalis terkait transparansi tiket masuk wisata merupakan bagian dari mandat undang-undang untuk mengawasi kebijakan publik. Menuding wartawan melakukan “pencemaran kawasan wisata” hanya karena mempertanyakan regulasi karcis dianggap sebagai gagal paham yang akut.
Kini, bola panas ada di tangan pemilik akun @Rere Said Subakti. Apakah akan ada permintaan maaf secara jantan, atau kasus ini akan berakhir di balik jeruji besi? Para pemburu berita di Sukabumi sudah bersiap mengawal kasus ini hingga tuntas.
Redaksi Sukabumisatu.com












