SUKABUMISATU.com – Memasuki H+5 Lebaran Idul Fitri 1447 H, Kamis (26/3/2026), kepadatan arus lalu lintas di jalur arteri Cibadak, Kabupaten Sukabumi, belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Ribuan kendaraan pemudik dan wisatawan terjebak kemacetan panjang yang melelahkan.
Pantauan tim SUKABUMISATU.com di lapangan, antrean kendaraan mengular dari arah Palabuhanratu dan Sukabumi Kota menuju arah Bogor. Dominasi kendaraan pribadi dan mobil terbuka (pick-up) yang membawa rombongan keluarga tampak memadati setiap jengkal aspal di pusat kota Cibadak.
Salah seorang pengendara asal Bogor, Pak Yadi, yang baru saja pulang berwisata dari Palabuhanratu bersama keluarganya, mengaku sudah tertahan cukup lama.
”Dari Simpang Ratu sampai ke titik ini saja sudah dua jam. Belum tahu di depan ada apa, macetnya parah,” ujar Pak Yadi saat ditemui di tengah kemacetan.
Senada dengan Pak Yadi, Ibu Yali yang melakukan perjalanan dari Kujang Genteng menuju Bogor juga merasakan hal yang sama. Ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi kemacetan musiman ini.
”Macetnya tolong diatur lagi. Kalau bisa jalan tol ditambah atau dipercepat supaya langsung tembus. Capek kalau kondisinya terus begini setiap tahun,” keluh Ibu Yali kepada awak media.
Kondisi serupa juga dialami Abdul. Pengendara yang datang dari arah Palabuhanratu menuju Cikidang ini mengaku sudah terjebak satu jam lebih di jalur arteri.
”Harapannya jalan diperlebar lagi biar nggak macet begini. Kasihan pemakai jalan yang lain juga kalau stag begini,” kata Abdul singkat.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Sukabumi hingga sore ini masih terus berjibaku di lapangan untuk melakukan pengaturan arus. Rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup (one way) situasional sempat diberlakukan untuk menguras volume kendaraan yang datang dari arah objek wisata.
Bagi warga yang akan melintasi jalur Cibadak pada malam H+5 ini, dihimbau untuk tetap bersabar dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Mengingat volume kendaraan yang masih tinggi, diprediksi kepadatan akan terus berlangsung hingga dini hari nanti.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra












