Fenomena Hujan Es di Lengkong Sukabumi, Warga Takjub dan Khawatir

Fenomena Hujan Es di Lengkong Sukabumi. Selasa, (7/10/25).

SUKABUMISATU.com – Fenomena langka terjadi di Kampung Cisuren, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa siang (7/10/2025). Warga dibuat heboh saat hujan deras tiba-tiba berubah menjadi hujan es yang mengguyur atap rumah dan halaman selama beberapa menit.

Peristiwa ini sontak menarik perhatian warga sekitar. Suara benturan es di atap rumah terdengar jelas, membuat sebagian warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk memastikan apa yang terjadi.

 

Salah satu warga, Ida (30), mengaku kaget dan takut saat mendengar suara keras dari atap rumahnya. “Saya kira atap rumah kena lemparan batu, ternyata pas dilihat ke luar, banyak butiran es jatuh dari langit. Baru pertama kali lihat kejadian seperti ini,” ungkap Ida kepada Sukabumisatu.com, Selasa, (7/10/25).

Baca Juga  Dua Hari Diguyur Hujan Deras, Sukabumi Dilanda Banjir, Longsor, dan Pergerakan Tanah

 

Berbeda dengan Ida, Asep (40) justru merasa penasaran dan antusias melihat fenomena alam tersebut. Ia bersama anak-anaknya keluar rumah untuk mengamati butiran es yang berserakan di tanah.

“Awalnya saya juga kaget, tapi setelah lihat sendiri ternyata es beneran. Anak-anak malah senang, mereka ambil potongan esnya. Ini kejadian pertama di sini, belum pernah ada sebelumnya,” ujar Asep sambil tersenyum.

Hujan es berlangsung sekitar 10 hingga 20 menit disertai hujan deras dan angin kencang. Tidak ada laporan kerusakan berarti, namun beberapa warga mengaku genting rumahnya sempat bergeser akibat benturan butiran es berukuran kecil hingga sebesar kelereng.

Baca Juga  Rumah Rusak Tertimpa Pohon, Cuaca Ekstrem Landa 7 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi

Kepala Desa Langkapjaya, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan fenomena hujan es di wilayahnya. Ia menyebutkan pihaknya masih berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan BPBD untuk memastikan kondisi warga serta dampak yang ditimbulkan.

Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan es dapat terjadi akibat awan Cumulonimbus, yaitu awan yang menjulang tinggi dan membawa muatan listrik serta suhu ekstrem di lapisan atas atmosfer, yang menyebabkan butiran air membeku sebelum jatuh ke permukaan bumi.

Peristiwa ini menjadi kejadian pertama di Desa Langkapjaya, dan masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Sebagian menganggapnya sebagai tanda perubahan cuaca ekstrem, sementara yang lain melihatnya sebagai pengalaman unik yang jarang terjadi di daerah mereka.

Baca Juga  Atap Rumah Warga Ambruk Diterjang Hujan Deras di Nagrak, Pemilik Selamat dari Reruntuhan

Reporter: Najli Fikri

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *