SUKABUMISATU.com – Teka-teki mengenai kronologi pasti kecelakaan maut di perlintasan kereta api alternatif Kampung Babakan RW 07, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya mulai terkuak jelas. Berdasarkan pengakuan eksklusif dari sopir truk boks yang berhasil selamat, insiden tragis yang menewaskan seorang pengendara motor itu terjadi akibat terjebak kemacetan.
Sopir truk boks yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit membeberkan detik-detik menegangkan saat kendaraan yang dikemudikannya terhenti tepat di atas rel hingga datangnya hantaman kereta api jurusan Sukabumi-Bogor pada Jumat (19/06/2026) sekira pukul 15.00 WIB.
Detik-Detik Kejadian Terjebak Kemacetan
Menurut penuturan sang sopir, awalnya kendaraan truk boks miliknya melaju normal dari arah timur (Nagrak) menuju ke arah barat (Cibadak). Namun, saat roda truk baru saja naik ke atas perlintasan rel kereta api tanpa penjaga tersebut, arus lalu lintas di depannya mendadak terkunci akibat kemacetan parah.
”Awal mulanya saya kan jalan dari arah timur mau ke barat. Pas sampai di perlintasan kereta, posisi truk saya terjebak di tengah rel karena macet di depan. Tiba-tiba sirine berbunyi dan palang pintu kereta mulai turun,” kenang sopir truk boks dengan nada bergetar saat ditemui di ruang perawatan, Jumat malam.
Dalam kondisi panik luar biasa karena sirine perlintasan telah berbunyi nyaring, sopir tidak bisa memajukan maupun memundurkan truk boksnya lantaran terhimpit oleh kendaraan lain di depan dan belakang.
Korban Pengendara Motor Sempat Berusaha Putar Balik
Nahas, di waktu yang bersamaan, tepat di sebelah kanan truk boks tersebut terdapat korban Dody (43) yang tengah mengendarai sepeda motor Yamaha matik bernomor polisi F 3946 TR. Melihat moncong kereta api yang sudah semakin dekat, korban Dody seketika panik dan berusaha memutar balik kendaraannya untuk menyelamatkan diri.
Namun takdir berkata lain, ruang gerak yang sangat sempit membuat sepeda motor korban justru tersangkut pada bagian samping bawah badan truk boks.
”Di sebelah kanan truk saya ada pengendara sepeda motor. Karena panik melihat kereta sudah dekat, dia mencoba memutar balik atau menyelamatkan diri, tapi motornya malah tersangkut di bagian bawah atau samping truk saya. Ketika kereta menabrak truk, hantaman keras itu membuat truk terseret dan ikut menjepit serta menyeret pengendara motor tersebut,” tambah sang sopir menjelaskan runtutan peristiwa kelam tersebut.
Hantaman Keras Hingga Terseret 15 Meter
Benturan hebat antara kereta api dan truk boks pun tidak dapat dielakkan lagi. Kekuatan hantaman lokomotif kereta membuat truk boks ringsek parah dan terperosok ke sisi jalur rel. Malangnya, tubuh Dody beserta motornya yang dalam posisi tersangkut ikut terseret sejauh 15 meter.
Akibatnya, pria asal Sumatera Selatan yang mengontrak rumah di Kampung Babakan tersebut mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian karena luka parah akibat jepitan dan seretan kendaraan. Selain menyeret pemotor, hempasan truk boks juga menghantam Siki, seorang warga lokal yang saat kejadian tengah beraktivitas membersihkan sampah di sekitar area rel.
Hingga saat ini, tiga korban luka, yakni sopir truk, kenek, dan Siki masih mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak. Sementara jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi ke ruang jenazah. Pihak Satlantas Polres Sukabumi bersama jajaran terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menindaklanjuti insiden mematikan ini.
Pemerintah Desa Karang Tengah kembali mendesak keras agar PT KAI segera menempatkan petugas resmi di perlintasan sebidang alternatif Babakan demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra











