Dukung Program 3 Juta Rumah Presiden, Menteri Imipas Agus Andrianto Boyong Jajaran ke Sukabumi

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., bersama Bupati Sukabumi Asep Japar dan Kadis Perkim Sendi Apriadi. Rabu, (10/6/2026).

SUKABUMISATU.com — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Lapas Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (10/06/2026).

​Menggunakan helikopter jenis AW169/P-3302, mantan Wakapolri ini mendarat di Sukabumi sekitar pukul 09.30 WIB setelah bertolak dari Mabes Polri pada pagi hari. Kunjungan ini membawa misi penting terkait kontribusi kementeriannya dalam mendukung program strategis Presiden, khususnya pembangunan tiga juta rumah untuk rakyat.

​Dalam arahannya, Agus Andrianto menegaskan bahwa meski urusan perumahan bukan tugas pokok fungsi (tupoksi) utama Kementerian Imipas, pihaknya berkomitmen penuh untuk menjadi bagian dari solusi program-program prioritas pemerintah.

​”Kami ini pembantu Presiden. Tugas kami bagaimana bisa menjadi bagian yang memberikan kontribusi terhadap program-program yang beliau canangkan, termasuk ketahanan pangan dan penyediaan rumah murah,” ujar Agus saat meninjau program pembangunan rumah berbahan hasil produksi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Rumah Murah dan Cepat Berkat Karya Warga Binaan

Baca Juga  Dari Balik Jeruji Jadi Pondasi: Cerita Warga Binaan Lapas di Balik Megahnya Rumah Layak Huni Sukabumi

​Salah satu terobosan nyata yang dipamerkan dalam kunker ini adalah pemanfaatan produk bahan bangunan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Produk alternatif yang diproduksi di Lapas Tangerang ini terbukti membuat proses pembangunan rumah menjadi jauh lebih cepat dan ramah di kantong.

​Dari hasil uji coba yang sudah berjalan, pembangunan 5 unit rumah layak huni berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 19 hari.

​”Kecepatan pembangunannya cukup baik, bahannya relatif terjangkau, dan mampu menghasilkan rumah yang layak untuk masyarakat,” tambah Agus.

​Sebelumnya, Kementerian Imipas juga telah sukses bekerja sama dengan BTN untuk membangun 138 unit rumah bagi pegawai di Bekasi. Konsep serupa kini mulai dilirik oleh berbagai pemerintah daerah, salah satunya Pemerintah Daerah di Jambi yang sudah merealisasikan pembangunan 3 unit rumah.

Rencana Besar: Gerakan Bedah Rumah Berbasis CSR Lapas

​Ke depan, Menteri Imipas menginstruksikan jajarannya untuk mengembangkan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu. Menariknya, anggaran program ini direncanakan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) internal, seperti keuntungan dari pengelolaan kantin dan warung telekomunikasi (warter) yang ada di Lapas dan Rutan.

Baca Juga  Lagi, Dugaan Praktik Pungutan Liar di Lapas Warungkiara, Napi Diminta Setor Hingga 3 Juta

​Agus menghitung, jika gerakan ini masif, dampaknya akan sangat luar biasa bagi masyarakat miskin.

​”Kalau satu lapas atau satu rutan bisa membantu satu rumah saja, sementara jumlahnya ada lebih dari 500 unit lapas dan rutan di seluruh Indonesia, tentu dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” jelasnya optimis.

Warga Binaan Tetap Digaji dan Diperlukan Humanis

​Hebatnya, proses produksi material hingga pembangunan fisik rumah murah ini ikut melibatkan warga binaan secara langsung berkolaborasi dengan tenaga tukang profesional. Agus memastikan, seluruh warga binaan yang ikut berkeringat akan mendapatkan haknya secara adil.

​”Warga binaan yang terlibat tetap memperoleh premi atau upah sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

​Di akhir penyataannya, Agus mengingatkan seluruh jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk selalu mengedepankan pendekatan yang memanusiakan manusia dalam proses pembinaan di Lapas maupun Rutan.

Baca Juga  Di Kemaluan, Aksi Wanita Pengunjung Lapas Nekat Selundupkan Narkoba

​”Warga binaan juga manusia. Kalau mereka kita perlakukan sebagai manusia, saya rasa mereka juga akan menerima pelayanan dan pembinaan yang kita verifikasi dengan baik,” pungkasnya.

​Program kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembinaan yang produktif bagi warga binaan, namun juga menjadi solusi nyata bagi masyarakat Sukabumi dan Indonesia pada umumnya untuk memiliki hunian yang layak dan terjangkau.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *