SUKABUMISATU.com — Kebahagiaan mendalam terpancar dari wajah warga Warungkiara Kabupaten Sukabumi yang menjadi penerima manfaat program bedah rumah dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Menteri Imipas Agus Andrianto yang menyerahkan langsung kunci rumah pada warga penerima di Kampung Warungkiara Rabu, (10/6/2026) ini benar-benar menyentuh langsung kebutuhan warga yang sebelumnya tinggal di hunian tidak layak.
Asep Pasiadi, salah seorang warga penerima manfaat, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Baginya, program renovasi rumah ini merupakan berkah yang tidak disangka-sangka sepanjang hidupnya.
”Merasa bersyukur sekali dan sangat bermanfaat sekali bagi saya atas nama warga di sini. Bantuan bedah rumah seperti ini baru pertama kali saya rasakan. Saya sangat berterima kasih,” ungkap Asep kepada SukabumiSatu.com sambil berkaca-kaca, Rabu (10/06/2026).
Asep berharap agar Kementerian Imipas terus melanjutkan gerakan kebaikan ini ke berbagai wilayah lain di Indonesia guna membantu warga yang bernasib sama dengan dirinya.
Total 7 Sasaran, Rumah Dibedah Plus Perabotan Lengkap
Bantuan yang digulirkan ternyata tidak setengah-setengah. Perwakilan tokoh masyarakat setempat mengonfirmasi bahwa total ada tujuh titik sasaran yang mendapatkan bantuan renovasi di wilayah mereka.
”Sangat luar biasa dan alhamdulillah, warga kami melalui gerakan ‘Lapas Peduli Masyarakat’ ini sudah cukup banyak dibantu. Wilayah kami kebagian 5 unit bedah rumah dan 2 perbaikan masjid, jadi totalnya ada 7 titik,” jelas tokoh masyarakat tersebut saat mendampingi peninjauan lokasi.
Dua rumah ibadah yang tersentuh program ini mendapatkan perbaikan yang bervariasi, mulai dari rehabilitasi atap hingga pengecatan ulang serta perbaikan fasilitas lainnya. Sementara itu, untuk 5 unit rumah yang sebelumnya berkategori tidak layak huni, kini telah disulap menjadi hunian permanen yang kokoh dengan fasilitas siap pakai.
Menariknya, warga penerima manfaat tidak perlu pusing memikirkan isi rumah. Pihak kementerian telah menyiapkan hunian tersebut dalam kondisi siap huni dengan konsep full furniture.
”Fasilitas di dalamnya sudah lengkap, ada meja, kursi, kasur, sampai lemari pakaian. Istilahnya warga tinggal masuk dan bawa baju saja, dalamnya sudah komplit. Ini benar-benar luar biasa,” tambahnya sambil memperlihatkan foto perbandingan before-after kondisi rumah warga.
Jadi Contoh untuk Kementerian Lain
Kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit membuat bantuan ini terasa begitu berharga dan tepat sasaran. Tokoh masyarakat setempat pun berharap agar aksi nyata yang ditunjukkan oleh jajaran Kementerian Imipas hari ini bisa menular ke instansi pemerintah lainnya.
”Harapan kami, mudah-mudahan kementerian-kementerian lain juga bisa ikut tergerak melakukan program serupa seperti yang dilakukan hari ini. Dalam kondisi seperti sekarang, masyarakat memang sangat memerlukan bantuan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan pokok mereka,” pungkasnya.
Program bedah rumah kolaboratif ini menjadi bukti bahwa pembinaan warga binaan di dalam Lapas mampu menghasilkan produk material bangunan berkualitas yang berdaya guna langsung untuk kesejahteraan masyarakat luas.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra












