Rabu,21 Februari 2024
Pukul: 15:02 WIB

Dugaan Pemberangusan Serikat Kerja, Ratusan Buruh Geruduk Pabrik Garmen di Kadudampit Sukabumi

Dugaan Pemberangusan Serikat Kerja, Ratusan Buruh Geruduk Pabrik Garmen di Kadudampit Sukabumi

Selasa, 21 Maret 2023
/ Pukul: 17:08 WIB
Selasa, 21 Maret 2023
Pukul 17:08 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) melakukan aksi unjuk rasa terkait adanya dugaan pemberangusan serikat pekerja atau union busting di PT Yakjin Jaya Indonesia di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (22/3/2023).

Unjuk rasa diawali dengan aksi saling dorong antara buruh dengan aparat kepolisian yang sudah bersiap menghalau massa aksi di depan pabrik garmen tersebut. Kericuhan pun tak dapat dihindarkan setelah orator meneriakan seruan maju melalui pengeras suara.

Koordinator aksi, Budi Mulyadi mengatakan, aksi ini merupakan tindak lanjut dari keputusan manajemen perusahaan yang dengan secara tiba-tiba memutus kontrak dua orang buruh.

Baca Juga  Uang Rp 10 Juta Hampir Raib, Bule 'Gila' Bikin Resah Pedagang di Pasar Cibadak Sukabumi,

“Menindaklanjuti keputusan dari manajemen PT yang tidak memperpanjang kontrak pengurus dan anggota SPN. Alasan yang disampaikan pihak manajemen awalnya bahwa tidak diperpanjang kontrak ini katanya alasan efisiensi. Padahal dalam waktu bersamaan pada ada kurang lebih sekitar 800 orang diperpanjang kontraknya,” kata Budi

Lebih lanjut Budi menyatakan, dua orang buruh yang dikeluarkan itu masih anggota SPN. Menurutnya, alasan dari pihak pabrik berindikasi pada union busting.

“Alasan tersebut menurut hemat kami sangat tidak masuk akal apalagi berdasarkan temuan yang kita dapat, hasil analisa yang kita tempuh patut diduga bahwa di PT Yakjin ini telah terjadi union busting terhadap pengurus dan anggota SPN,” bebernya.

Baca Juga  Maling 'Gentayangan' di Cibadak Sukabumi, Mobil Boks di Apotek Nurani Raib Digondol Pencuri

Dugaan union busting itu didasari atas beberapa alasan. Pertama diawali saat buruh memperjuangkan upah bagi bekerja yang sudah bekerja di atas satu tahun.

“Kedua, ada upaya penggiringan dari manajemen atau dari oknum manajemen terhadap karyawan atau bahkan anggota kami dengan membuat surat melalui kotak saran supaya pengurus dan anggota SPN untuk tidak dipekerjaan kembali,” katanya.

“Ketiga juga patut diduga karena pemutusan hubungan kontrak dilakukan paska dilaksanakan audit oleh salah satu audit di PT Yakjin ini,” sambungnya.

Budi menegaskan, pihaknya menuntut agar perusahaan tidak melakukan praktek union busting karena dapat mengancam kesejahteraan dan hak buruh. Dia juga menuntut agar dua orang pekerja yang diputus kontrak sepihak agar dipekerjakan kembali.

Baca Juga  Bersaing dengan Minimarket, Begini Saran Ketua DPRD Kab Sukabumi Agar Bumdes Bisa Eksis

“Tuntutannya kami meminta supaya jangan ada lagi praktek union busting di perusahaan ini, dan kedua pekerjakan dua pengurus anggota kami yang sebelumnya diputus kontrak dengan dugaan tadi adalah supervisor,” pungkasnya.

Reporter: Riza Fauzi | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)