Minggu,24 Mei 2026
Pukul: 23:27 WIB

Dugaan Keracunan Makanan di Surade Sukabumi, Satu Anak Meninggal Dunia – Pihak SPPG Bantah Keterlibatan Program MBG

Dugaan Keracunan Makanan di Surade Sukabumi, Satu Anak Meninggal Dunia – Pihak SPPG Bantah Keterlibatan Program MBG

Senin, 6 Oktober 2025
/ Pukul: 16:22 WIB
Senin, 6 Oktober 2025
Pukul 16:22 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Seorang siswi sekolah dasar di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia diduga akibat keracunan makanan pada Minggu (5/10/2025). Korban diketahui bernama Salsabila binti Mulyadi (10), warga Kampung Kalangsari RT 009/003, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

 

Berdasarkan keterangan ayah korban, Mulyadi (50), peristiwa bermula saat Salsabila mengeluh sakit perut pada Jumat (3/10/2025) dan tidak masuk sekolah. Pihak keluarga kemudian membawanya berobat ke klinik milik Asep, tenaga medis yang juga bekerja di RSUD Jampang Kulon, beralamat di Kampung Bojongsempor, Desa Sirnasari.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan anak saya belum buang air besar selama lima hari. Setelah diberi obat, dia langsung BAB, tapi kemudian badannya muncul bintik merah seperti alergi,” ujar Mulyadi kepada petugas.

Baca Juga  Safari Cinta Dedi Mulyadi di Surade Sukabumi

 

Mengetahui kondisi anaknya semakin memburuk, keluarga kembali datang ke klinik untuk berkonsultasi dan mendapatkan obat alergi. Namun, pada Minggu (5/10/2025) sore, kondisi Salsabila kembali drop dengan keluhan sesak napas dan sakit perut.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Jampang Kulon sekitar pukul 15.00 WIB, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin (6/10/2025) sekitar pukul 00.30 WIB.

 

Pihak keluarga sempat menduga Salsabila mengalami keracunan makanan setelah memakan buah melon milik adiknya pada hari yang sama, namun dugaan itu masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak medis.

 

Baca Juga  Innalillahi! Bangunan Madrasah di Surade Sukabumi Terbakar, Begini Kronologinya

Sementara itu, Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Penyedia Gizi) yang bertugas membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 4 Citanglar, tempat almarhumah bersekolah, Muhamad Alan Zahrani, turut memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa berdasarkan informasi dari pihak sekolah, almarhumah tidak masuk sekolah pada hari Jumat, 3 Oktober 2025, saat pembagian program MBG dilakukan.

 

“Almarhumah nggak sekolah pas kejadian. Awalnya kami heran karena tiba-tiba ramai di medsos katanya keracunan MBG. Tapi pihak yang memviralkan itu sudah meminta maaf dan mengaku pernyataannya spontan tanpa bukti,” ujar Alan kepada Sukabumisatu.com.

 

Alan juga memastikan bahwa tidak ada siswa lain yang mengalami gejala serupa, padahal ribuan siswa di wilayah tersebut turut menerima manfaat dari program MBG.

Baca Juga  Pecahkan Rekor! 2.400 Kiai di Surade Gelar Khotam Qur’an 80 Tamatan, Camat: Sejarah Baru bagi Surade

“Alhamdulillah, dari total 3.367 siswa penerima manfaat MBG, termasuk kategori B3, semuanya dalam kondisi baik. Zero insiden,” tegasnya.

 

Meski demikian, pihak SPPG tetap mengikuti prosedur resmi dan menunggu hasil laboratorium serta pemeriksaan dari pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami tetap menunggu hasil resmi dari laboratorium dan RSUD Jampang Kulon, supaya tidak ada kesimpulan yang terburu-buru,” tambah Alan.

 

Kasus ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan publik. Aparat kepolisian dan pihak dinas kesehatan kini tengah melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti kematian Salsabila.

Reporter: Maulana

Editor: Demi Pratama Adiputra 

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)