Dua Kali Dipimpin Plt Asal Cianjur, Benarkah Ada Krisis Kepemimpinan di Golkar Kabupaten Sukabumi?

Tubagus Mulyana Syahrudin, PLT Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi. 28/06/2026

SUKABUMI — Teka-teki mengenai nakhoda baru Partai Golkar di Kabupaten Sukabumi akhirnya terjawab. Melalui Surat Keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Nomor: SKEP-05/GOLKAR/VI/2026, posisi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi resmi berpindah tangan ke H. Tubagus Mulyana Syahrudin.

​Langkah ini diambil untuk menggantikan Plt ketua sebelumnya, Dr. Deden Nasihin, yang masa jabatannya dinyatakan telah habis.

​Namun, keputusan ini memicu gelombang pertanyaan besar di kalangan pengamat dan internal partai berlambang pohon beringin tersebut. Mengapa DPD Golkar Jawa Barat kembali menunjuk figur asal Cianjur untuk membereskan “rumah tangga” Golkar di Sukabumi?

​Sebagaimana diketahui, Tubagus Mulyana Syahrudin bukanlah orang baru di kancah politik regional. Ia merupakan Wakil Bupati Cianjur periode 2021–2024 dan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Cianjur. Rekam jejaknya yang mumpuni di dunia organisasi dan politik dinilai menjadi modal kuat. Namun, keputusan “mengimpor” pemimpin untuk kedua kalinya ini memunculkan spekulasi liar: Apakah ada krisis kepemimpinan atau friksi mendalam di tubuh Golkar Kabupaten Sukabumi hingga tak ada kader lokal yang dianggap mampu menjabat?

Bisik-Bisik Internal: “Ada yang Belum Beres”

​Dinamika ini memicu isu panas di balik layar. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi SUKABUMISATU.com, pergantian ini kabarnya tidak sekadar penyegaran organisasi normatif, melainkan akibat adanya “sumbatan” politik yang belum tuntas di internal daerah.

Baca Juga  Disandingkan dengan Asjap di Poster, Anjak Priatama Sukma: Saya Ikuti Kebijakan Partai

​Salah seorang pengurus DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi menjaga kondusifitas partai, membocorkan situasi panas yang terjadi di lingkaran elite beringin.

​”Kalau dibilang murni habis masa jabatan, ya itu alasan administratifnya. Tapi di internal, kita tahu ini sinyal kuat bahwa ada dinamika yang belum clear (selesai) di tubuh Golkar Kabupaten Sukabumi,” bisik sumber tersebut kepada SUKABUMISATU.com, Minggu malam (28/6/2026).

​2 sosok yang layak memimpin DPD Golkar Kabupaten Sukabumi adalah Asep Japar yang saat ini menjabat Bupati, dan seniornya di Golkar yaitu Budi Azhar Mutawali yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi.

Sebagai wilayah strategis yang memiliki tensi politik tinggi, kehadiran figur dari luar sukabumi seperti Deden Nasihin sebelumnya, dan kini Tubagus Mulyana, seolah sengaja dirancang sebagai “penengah” untuk meredam faksionalisme di akar rumput menjelang agenda-agenda politik besar ke depan.

​”Ada ego faksi yang cukup tajam di Sukabumi. Kalau ditunjuk kader lokal saat ini, dikhawatirkan gesekannya malah makin meruncing. Makanya Kang Tubagus (Mulyana) diturunkan. Beliau punya karakter pengusaha sekaligus politisi senior yang lihai bernegosiasi. Tugas utamanya jelas: bersihkan kerikil di dalam, satukan suara, dan segera gelar Musda,” tambahnya dengan nada serius.

Baca Juga  Ketua DPRD Sukabumi Apresiasi Reaktor Biogas dan Solar Dryer House: "Langkah Nyata Mandiri Energi"

Mandat Besar dan Bayang-Bayang Musda

​Dalam salinan Surat Keputusan yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, dan Sekretaris Ahmad Hidayat pada 28 Juni 2026 di Bandung, Tubagus Mulyana dibebani sejumlah tugas berat.

​Ia tidak hanya diminta menjalankan fungsi harian partai, melainkan memegang mandat krusial yang tertuang dalam poin ‘Ketiga’ dan ‘Keempat’ keputusan tersebut: Menyiapkan dan melaksanakan Musyawarah Daerah (MUSDA) DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi untuk memilih Ketua Definitif.

​Tak hanya itu, poin kelima SK tersebut juga menegaskan aturan main yang ketat: Pengambilan keputusan strategis terkait pemberhentian dan pengangkatan jabatan Ketua PK (Pengurus Kecamatan) Partai Golkar di tingkat kecamatan harus mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

​Aturan ini seolah mengonfirmasi bahwa gerak-gerik kebijakan di Sukabumi kini berada di bawah pengawasan ketat dan kendali penuh dari DPD Jawa Barat, demi mengantisipasi adanya manuver sepihak yang bisa memperkeruh suasana.

Baca Juga  Ketua DPRD Sukabumi Tinjau Lokasi Banjir di Cisolok, Dorong Pemulihan Cepat dan Terpadu

Ujian Berat sang Mantan Wakil Bupati

​Dengan sisa waktu masa bhakti 2020–2025 yang kian mendekati akhir, Tubagus Mulyana kini berpacu dengan waktu. Publik Sukabumi kini menunggu, apakah tangan dingin mantan Wakil Bupati Cianjur ini mampu merajut kembali faksi-faksi yang terbelah dan membawa nakhoda Golkar Sukabumi menuju ketenangan? Ataukah drama politik beringin ini justru akan melahirkan kejutan-kejutan baru di arena Musda mendatang?

​Satu hal yang pasti, kursi Ketua Golkar Kabupaten Sukabumi saat ini adalah “kursi panas” yang penuh intrik. Dan Tubagus Mulyana Syahrudin, baru saja resmi mendudukinya. (demi pratama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *