Dua Hari Diguyur Hujan Deras, Sukabumi Dilanda Banjir, Longsor, dan Pergerakan Tanah

Jembatan Gantung di Warung Kiara Sukabumi yang terbawa arus air. (11/12/25).

SUKABUMISATU.com – Intensitas hujan yang tinggi dan terjadi secara terus menerus sejak Senin (15/12/2025) hingga Selasa malam (16/12/2025) memicu rangkaian bencana alam di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat banjir, longsor, pergerakan tanah, serta kerusakan infrastruktur terjadi di sedikitnya enam kecamatan.

Manager Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bahwa curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menjadi faktor utama terjadinya bencana di berbagai wilayah tersebut.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara merata dan berlangsung cukup lama menyebabkan banjir, longsor, pergerakan tanah, hingga kerusakan jalan dan jembatan di beberapa kecamatan. Saat ini kami masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan di lapangan,” ujar Daeng Sutisna, Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan laporan harian Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi hingga Selasa malam, bencana banjir terjadi di Kecamatan Jampangtengah, tepatnya di Kampung Tangkil, Desa Bantaragung. Sekitar 10 hektare lahan sawah terendam akibat meluapnya air setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Kondisi ini mengancam gagal panen dan memaksa petani melakukan pengolahan lahan ulang.

Baca Juga  Terbaring Karena Sakit, Lansia di Simpenan Dapat Penangan Medis dari Dokter Polres Sukabumi

Di Kecamatan Palabuhanratu, cuaca ekstrem mengakibatkan satu unit rumah semi permanen milik warga Kampung Bagbagan, Desa Jayanti, ambruk pada Senin sore. Selain hujan yang terus mengguyur, kondisi bangunan yang sudah lapuk turut memperparah dampak kerusakan.

Sementara itu, longsor di Kecamatan Parungkuda mengakibatkan jembatan penghubung warga di Kampung Cipanggulaan, Desa Pondokkaso Landeuh, terputus dan tidak dapat dilalui. Hujan deras yang terjadi pada Senin malam menyebabkan aliran sungai menggerus struktur jembatan hingga ambruk.

Kerusakan paling signifikan dilaporkan terjadi di Kecamatan Simpenan. Sejumlah titik di ruas Jalan Bagbagan–Warungkiara terdampak longsor dan tergerus air. Longsor di Kampung Cipicung, Desa Mekarasih, menimbun badan jalan dan memutus jembatan penghubung antarwilayah. Selain itu, irigasi Pasir Malang dilaporkan jebol dan mengancam sekitar delapan hektare sawah kekeringan apabila tidak segera ditangani.

Baca Juga  Rakit Darurat di Sungai Cikaso: Harapan yang Menyambung Hidup Warga Dua Kecamatan

Di Kecamatan Warungkiara, longsor menutup dan merusak beberapa ruas jalan desa dan jalan kabupaten, termasuk jalur Pasir Gerong–Bojonghaur, Pasir Jambu, hingga wilayah Cigadog dan Jongko Citiis. Sejumlah jembatan jalur pertanian juga terdampak akibat tertimpa pohon dan material longsoran.

Adapun di Kecamatan Cikembar, pergerakan tanah di Kampung Cimenteng, Desa Sukamulya, menyebabkan satu rumah amblas dan tiga rumah lainnya terancam. Sebanyak satu kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.

Daeng Sutisna menegaskan, BPBD Kabupaten Sukabumi telah melakukan koordinasi lintas sektor, asesmen cepat, evakuasi warga terdampak, serta penyebaran peringatan dini cuaca kepada seluruh kecamatan.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan melintasi jalan atau jembatan yang terdampak serta segera melapor apabila terjadi tanda-tanda bencana lanjutan,” tegasnya.

Baca Juga  Dinding Rumah Tergerus Longsor, Lansia di Pamuruyan Sukabumi Tewas Tertimpa Tembok

BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan bahwa hingga Selasa malam kondisi cuaca masih berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor, dan pergerakan tanah diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan. (Redaksi) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *