Dramatis! Perdalam Sumur Akibat Kekeringan, Warga Cibadak Terluka Tertimpa Ember, Tiga Tetangga Ikut Terjebak saat Evakuasi

Evakuasi korban tertimbun dalam sumur. Senin, (29/06/2026).

SUKABUMISATU.com, CIBADAK – Dampak musim kemarau panjang mulai memicu rentetan peristiwa di Kabupaten Sukabumi. Demi mendapatkan sumber air bersih, seorang warga Kampung Bojong Koneng RT 03/RW 03, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, bernasib nahas setelah mengalami kecelakaan kerja saat memperdalam sumur miliknya, Senin (29/06/2026).

​Korban diketahui bernama Entis Sutisna (59). Ia terkapar tidak sadarkan diri di dalam sumur setelah kepalanya tertimpa ember berisi material tanah yang talinya mendadak putus. Tak hanya itu, proses evakuasi awal sempat diwarnai kepanikan lantaran tiga orang warga yang berniat menolong justru ikut terjebak di dalam lubang sumur.

​Berdasarkan data yang dihimpun dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, insiden bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban bersama seorang rekannya bernama Farid tengah bahu-membahu menggali sumur sedalam belasan meter demi mengatasi kekeringan yang melanda permukiman mereka.

​Nahas, sekitar pukul 13.30 WIB, ketika material tanah ditarik ke atas, karet pengikat timba tiba-tiba terputus. Ember yang sarat muatan tanah itu meluncur bebas ke dasar sumur dan menghantam keras bagian kepala serta bahu Entis. Seketika, korban langsung pingsan di tempat.

Baca Juga  Karangtaruna Cibadak bareng PMI dan BPBD Distribusikan Bantuan Air Bersih di Kamandoran

​”Korban sedang berada di dalam sumur saat proses penggalian. Tiba-tiba tali ember yang digunakan untuk menarik material putus dan mengenai kepala korban hingga mengalami luka,” ujar Ketua RW 03 Bojong Koneng, Kartubi, kepada awak media.

​Melihat korban tak berdaya, sekitar pukul 14.00 WIB, tiga orang warga sekitar berinisiatif turun ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan. Namun karena sempitnya ruang dan keterbatasan peralatan, ketiga warga tersebut justru ikut terjebak di dalam sumur bersama korban.

​Situasi darurat ini segera dilaporkan ke pihak Kelurahan, Babinsa Koramil 0607-11/Cibadak, dan P2BK Cibadak. Petugas gabungan langsung bergerak cepat menghubungi Pos Damkar Jabar 65 Cibadak serta UPTD Puskesmas Sekarwangi.

​Komandan Pos Pemadam Kebakaran Jabar 65, Iyep Yospita, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung menerjunkan personel rescue ke lokasi kejadian dengan peralatan lengkap.

Baca Juga  Gercep! Tim Resmob Polres Sukabumi Ringkus Belasan Pemalak Sopir Truk di Jalur Utara

​Proses evakuasi berlangsung menegangkan dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit karena medan yang cukup menyulitkan.

​”Alhamdulillah dalam waktu sekitar 30 menit korban berhasil kami evakuasi dalam keadaan hidup. Proses penyelamatan memang cukup sulit karena ruang sumur sangat sempit, sehingga menyulitkan petugas saat memasang tali pengaman (safety rope) ke tubuh korban. Kami juga dibantu unsur Forkopimcam Cibadak selama proses berlangsung,” beber Iyep.

​Tepat pada pukul 15.25 WIB, seluruh warga yang terjebak berhasil diangkat ke permukaan dengan selamat. Tim penyelamat langsung memberikan pertolongan pertama berupa bantuan oksigen kepada Entis Sutisna sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

​Sementara itu, narasumber P2BK Kecamatan Cibadak, M. Waldi, mengonfirmasi bahwa seluruh unsur di lapangan mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, P2BK, Tagana, Pol PP, hingga petugas Posko V Cibadak dan Posko Parungkuda diturunkan penuh untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

Baca Juga  Petugas Kesulitan Padamkan Api, Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi Kembali Terbakar

​Di sisi lain, Ketua RW Kartubi menambahkan bahwa memperdalam sumur memang menjadi jalan pintas yang biasa dilakukan warganya tatkala krisis air bersih melanda akibat kemarau. Terlebih, korban diketahui juga memiliki riwayat penyakit kejang.

​Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojong Koneng agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas berisiko tinggi di tengah musim kekeringan ini.

Reporter: Suhendi Soex 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *