News  

DPRD Cek Lokasi Pembukaan Lahan Gunung Karang, Kawasan Dinilai Punya Nilai Geologi

SUKABUMISATU.com — Perubahan lanskap di kawasan Bukit Gunung Karang, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, sukabumi/">Kota Sukabumi, memicu perhatian warga dan pemerintah daerah. Area yang sebelumnya dikenal sebagai perbukitan hijau kini mulai terbuka setelah munculnya aktivitas alat berat di lokasi tersebut.

Warga setempat melaporkan adanya kegiatan perataan lereng dan penebangan pohon yang diduga berkaitan dengan rencana pembangunan perumahan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena kawasan tersebut selama ini dianggap memiliki fungsi ekologis penting bagi lingkungan sekitar.

Selain potensi kerusakan alam, masyarakat juga mengingatkan risiko bencana seperti longsor dan banjir jika pembukaan lahan terus berlangsung tanpa kajian lingkungan yang memadai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Komisi I DPRD Kota Sukabumi melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Minggu (1/3/2026). Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Sri Astrina, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mengumpulkan informasi dari aparat lingkungan setempat.

Baca Juga  Angkat Potensi Wisata Olahraga, Owner Olympic Group Au Bintoro Resmikan Pembangunan Sirkuit Enduro Race di Sukabumi

“Kami turun ke lapangan untuk melihat langsung situasinya dan bertemu dengan RT serta RW. Informasi awal yang kami dapatkan akan kami koordinasikan dengan dinas terkait,” ujar Feri.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini DPRD belum dapat menyimpulkan secara rinci terkait aktivitas pembangunan di kawasan tersebut. Proses pengumpulan data masih dilakukan sebelum pembahasan lebih lanjut bersama dinas teknis.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan aspek perizinan serta dampak lingkungan dari kegiatan pembangunan di kawasan perbukitan tersebut.

“Kami ingin tahu persis kondisi di lapangan seperti apa. Setelah itu akan kami bahas dengan dinas teknis terkait perizinan dan dampak lingkungannya,” tambahnya.

Baca Juga  Targetkan UHC, Sekda Ade Suryaman: Hak Dasar Kesehatan Masyarakat Harus Terpenuhi

Di sisi lain, kawasan Gunung Karang diketahui memiliki nilai ilmiah dari sisi geologi. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Zubair Mas’ud, menjelaskan bahwa batuan yang terdapat di kawasan tersebut merupakan batuan gamping yang terbentuk dari lingkungan laut purba.

Sementara itu, peneliti prasejarah paleolitik BRIN, Jatmiko, menegaskan bahwa sejumlah batu di Gunung Karang yang terlihat menyerupai bentuk hewan atau wajah manusia bukanlah hasil pahatan manusia.

Menurutnya, bentuk-bentuk unik tersebut terbentuk secara alami melalui proses geologi yang berlangsung dalam waktu sangat panjang.

Baca Juga  Dipasangi Spanduk, Pembangunan TPA Cikundul Kota Sukabumi Disoal Pihak Sub Kontraktor

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya mempertimbangkan aspek perizinan pembangunan, tetapi juga memperhatikan fungsi ekologis serta potensi edukasi yang dimiliki kawasan Gunung Karang sebagai ruang terbuka hijau dan lokasi pembelajaran geologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *