SUKABUMISATU.COM – Jajaran Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melakukan survey lapangan ke SMPN 1 Lengkong. Di sekolah tersebut masih ada ratusan siswa yang terpaksa belajar di lantai tanpa kursi dan meja.
Kepala Seksi Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Zetta Nusantara Putra, mengatakan saat ini meja dan kursi belajar masih dalam proses produksi. Semuanya akan didistribusikan ke SMPN 1 Lengkong sesegera mungkin.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah selesai, sekitar satu bulan sudah terealisasi dan bisa digunakan para siswa,” ujar Zetta kepada sukabumisatu.com ditemui saat melakukan survey di SMPN 1 Lengkong, Jumat (04/08/2023).
Zetta menjelaskan, Disdik Kabupaten Sukabumi akan mengirim dua lokal paket meja dan kursi belajar untuk SMPN 1 Lengkong. Pengadaan dua lokal meja dan kursi tersebut bersumber dari APBD murni.
“Kami juga akan mengajukan lagi untuk dua lokal di anggaran perubahan. Jadi totalnya tahun ini ada empat lokal untuk SMPN 1 Lengkong,” kata dia.
Tak cuma meja dan kursi, Disdik Kabupaten Sukabumi juga sudah menganggarkan dana untuk rehab satu ruangan kelas di SMPN 1 Lengkong. Rencananya realisasi rehab satu ruangan kelas tersebut dilaksanakan September 2023 ini.
“Kemudian berdasarkan hasil survey tadi kita juga melihat ada kelas lain yang perlu segera ditangani atau direhab. Ada penurunan tanah di kelas tersebut, jadi kami juga akan mengajukan lagi untuk rehab kelas tersebut di anggaran tahun depan,” kata dia.
Di sisi lain, Zetta juga mengapresiasi jajaran sekolah dan komite yang sempat berinisiatif untuk melakukan pengadaan bangku dan kursi. Meski pun tahun ini, inisiatif tersebut urung terlaksana.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Lengkong Dodi Riyanto Supriyadi, mengaku bersyukur dengan adanya kebijakan dari Disdik Kabupaten Sukabumi. Ia pun menyampaikan ucapan terimakasih Disdik Kabupaten Sukabumi sudah cepat tanggap.
“Mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga kebutuhan mendesak mengenai kursi dan bangku untuk para siswa di sekolah kami bisa segera terpenuhi,” kata dia.
Ia pun kembali menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya sudah berupaya melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana belajar termasuk kursi dan bangku. Namun semua kebutuhan sarpras tidak bisa tercover seluruhnya dengan cepat menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).
“Sekitar 50 persen dari Dana BOS digunakan untuk belanja pegawai. Yakni untuk 10 orang honorer dan delapan pegawai sekolah yang terdiri dari petugas keamanan, petugas kebersihan, termasuk juga di TU (tata usaha),” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Ratusan siswa SMP Negeri 1 Lengkong Kabupaten Sukabumi terpaksa belajar di lantai tanpa meja dan kursi. Pihak sekolah belum mampu melakukan pengadaan meja dan kursi belajar karena terkendala anggaran.
Secara keseluruhan, tak kurang dari 125 siswa yang belajar di lantai. Masing-masing di kelas VIII A sebanyak 32 orang, VIII B 30 orang, VIII C 32 orang, dan VIII D 31 orang.
Redaktur: Mulvi Mohammad Noor











