Kamis,12 Maret 2026
Pukul: 14:58 WIB

Diduga Akibat Dibuli, Siswi MTs di Cikembar Ditemukan Tewas Gantung Diri, Tulisan Tangan Korban Jadi Bukti

Diduga Akibat Dibuli, Siswi MTs di Cikembar Ditemukan Tewas Gantung Diri, Tulisan Tangan Korban Jadi Bukti

Rabu, 29 Oktober 2025
/ Pukul: 13:08 WIB
Rabu, 29 Oktober 2025
Pukul 13:08 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Warga Kampung Bojongkaler, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, digemparkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang siswi madrasah. Seorang pelajar MTsN 3 Cikembar berinisial A.K. (15) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya pada Selasa malam (28/10/2025) sekitar pukul 23.15 WIB.

Korban ditemukan pertama kali oleh keluarga, tergantung di kusen pintu kamarnya di rumah orang tuanya, Edi dan Iah, di Kampung Bojongkaler RT 004/005 Desa Bojong, Kecamatan Cikembar.

Petugas Babinsa Desa Bojong bersama aparat Desa, Polsek Cikembar, Puskesmas Cikembar, dan P2BK Kecamatan Cikembar segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari keluarga korban. Lokasi kejadian langsung diamankan untuk pemeriksaan awal.

Baca Juga  Ada Dugaan Pungutan Rekruitmen Kerja di PT Paiho, Kades: Perusahaan Alih Daya Harus Bertanggung Jawab

Sekitar pukul 00.30 WIB, proses evakuasi jenazah selesai dilakukan dengan aman. Pihak keluarga memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. Jenazah korban kemudian dimakamkan di Desa Bojong pada Rabu pagi.

Dari keterangan warga sekitar, korban diketahui sempat mengeluh sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya di sekolah. Belakangan, korban disebut mulai enggan berangkat ke sekolah dan lebih banyak berdiam diri di rumah.

Namun demikian, dugaan penyebab pasti tindakan nekat korban masih memerlukan pendalaman lebih lanjut dari pihak berwenang.

“Informasinya korban sering dibuli oleh teman sekolahnya, tapi ini masih perlu pembuktian lebih lanjut,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga  Aktivis PASMI Soroti Status Penguasaan Tanah Pemda di Cimenteng Cikembar

 

Tulisan Tangan Diduga Milik Korban Beredar

Seiring dengan kabar duka ini, beredar pula di media sosial sebuah foto catatan tulisan tangan yang diduga milik korban. Tulisan tersebut berisi permintaan maaf kepada orang tua, guru, dan teman-temannya, serta ungkapan perasaan pribadi yang kini menjadi perhatian publik.

Dalam unggahan yang viral di media sosial, teman korban menuliskan pesan duka yang menyayat hati:

“Sedih banget, ya Allah… masih berasa kaya mimpi. Terima kasih sudah mau berteman walau sebentar. Ternyata kata orang benar, sejahat-jahatnya dunia, masih lebih jahat manusia. Rest in peace with Allah, my dear, heaven is your place.”

 

Baca Juga  Truk Tangki BBM Terbakar di Bundaran Pasir Hayam, Api Lahap Ruko dan Pos Polisi

Tulisan itu membuat warganet berduka sekaligus marah. Banyak yang menyoroti isu perundungan di lingkungan sekolah yang sering kali luput dari pengawasan dan dianggap sepele.

Pihak keluarga korban berharap agar masyarakat tidak lagi menyebarluaskan foto maupun tulisan pribadi korban, demi menghormati privasi dan menjaga kondisi psikologis keluarga yang masih berduka.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak — orang tua, sekolah, dan masyarakat — untuk lebih peka terhadap tanda-tanda depresi dan tekanan psikologis pada remaja.

  • Satu kata kasar, satu ejekan, bisa meninggalkan luka yang tidak terlihat, namun bisa berakhir sangat tragis. (Redaksi)

Related Posts

Add New Playlist