SUKABUMISATU.com – Suasana di GOR Pemuda Cisaat, Kabupaten Sukabumi, mendadak riuh saat Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, hadir langsung menemui ratusan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berstatus PPPK Paruh Waktu yang tengah menggelar aksi damai, Kamis pagi (22/01/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini menjadi jawaban atas tuntutan massa yang sejak pagi membentangkan spanduk protes terkait ketidakjelasan nasib dan hak keuangan mereka. Dalam dialog terbuka tersebut, Bupati mendengar langsung keluh kesah para pendidik yang mengaku kesulitan ekonomi akibat SK pengangkatan yang tidak mencantumkan nominal gaji.
Terima Aspirasi dengan Baik
Di hadapan massa aksi, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi berkomitmen penuh untuk memperjuangkan nasib para guru. Ia menyatakan bahwa peran guru sangat strategis dalam mencerdaskan generasi bangsa, sehingga kesejahteraan mereka adalah prioritas.
“Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Aspirasi ini akan terus kami perjuangkan. Saya sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait di tingkat provinsi dan pusat guna mencari solusi terbaik bagi PPPK Paruh Waktu,” tegas Bupati Asep Japar di hadapan para guru.
Fokus pada Tiga Poin Utama
Dalam audiensi tersebut, terdapat tiga tuntutan mendesak yang menjadi fokus pembahasan, antara lain:
- Kepastian Gaji: Penentuan nominal gaji yang layak sesuai regulasi pusat (Kepmenpan RB No. 16/2025).
- Perubahan Status: Skema peralihan dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu (Full Time).
- Jaminan Kesehatan: Akses kepesertaan BPJS Kesehatan yang selama ini masih menjadi tanda tanya bagi pegawai paruh waktu.
Instruksikan Langkah Konkret
Bupati mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan jajaran Dinas Pendidikan dan BKPSDM untuk melakukan pemetaan anggaran dan kebutuhan formasi. Langkah ini dilakukan agar proses transisi menuju PPPK Penuh Waktu bisa berjalan sesuai aturan tanpa membebani kemampuan fiskal daerah secara ekstrem.
”Kami ingin kebijakan yang lahir nantinya benar-benar berpihak pada kesejahteraan pendidik. Dialog dan komunikasi seperti hari ini harus terus kita bangun agar tidak ada kesalahpahaman,” tambahnya.
Merespons janji Bupati, Ketua DPD Aliansi Honorer Nasional (AHN) Kabupaten Sukabumi, Asep Ruswandi, menyatakan akan terus mengawal komitmen tersebut. Meski massa membubarkan diri dengan tertib setelah audiensi, mereka menegaskan akan menagih bukti nyata dari instruksi Bupati tersebut dalam waktu dekat.
”Kami apresiasi Pak Bupati mau turun langsung. Tapi perjuangan belum selesai. Kami akan tunggu realisasi dari koordinasi yang dijanjikan, terutama soal kejelasan angka di dalam slip gaji kami nanti,” ujar Asep Ruswandi menutup aksi.
Reporter: Aris
Editor: Demi Pratama Adiputra











