Bocah 12 Tahun Terseret Ombak di Pantai Bufalo, Pencarian Masih Dilakukan

Kepanikan warga saat mencari korban tenggelam di pantai Buffalo Cipatuguran Palabuhanratu. (Istimewa)

SUKABUMISATU.com – Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun dilaporkan hilang terseret ombak saat bermain di Pantai Bufalo, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/5) sore. Korban diketahui bernama Rizki Apriansah, warga Kampung Pasir Honje, RT 05 RW 05, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Rizki kala itu tengah bermain di laut bersama keluarganya. Diduga korban terlalu ke tengah saat berenang, sementara kondisi ombak di lokasi cukup besar dan arus laut kerap berubah-ubah.

“Anak ini warga sekitar, mungkin bermain bersama keluarganya. Entah bagaimana, dia terlalu ke tengah. Keluarga tidak terlalu mengawasi saat dia berenang, kemudian hilang. Memang hari ini cuaca selalu berubah. Ombak dan arus laut besar, kadang-kadang ombak datang tiba-tiba,” ujar Dansposal Palabuhanratu, Letda E Ayi Jalaludin.

Baca Juga  Wisatawan Asal Cimanggu Hilang Tenggelam di Pantai Tenda Biru Ujunggenteng, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima oleh Posal Palabuhanratu sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah laporan masuk, pihak Posal langsung berkoordinasi dengan unsur terkait, mulai dari Basarnas, Satpol Airud, hingga potensi SAR lainnya. Tim gabungan pun segera diterjunkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Hari ini kami langsung bergerak melakukan pencarian sesuai dengan fasilitas yang ada,” tambah Ayi.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Proses pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir perairan sekitar Pantai Bufalo. Kondisi cuaca dan ombak yang tidak menentu menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan dalam upaya evakuasi.

Baca Juga  Ratusan Orang Keracunan Usai Acara Haol di Pelabuhanratu

Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat yang tengah beraktivitas di pesisir pantai agar lebih waspada terhadap potensi bahaya ombak besar. “Kondisi cuaca di wilayah Palabuhanratu memang kerap berubah-ubah. Kami minta masyarakat berhati-hati, khususnya saat membawa anak-anak bermain di pantai,” pungkasnya. (M.Waldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *