SUKABUMISATU.com – Seorang anak SMP berinisial SH (13), warga Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tidak dikenal. Peristiwa mencekam itu terjadi pada Sabtu (23/8/2025) malam, seusai korban bermain bersama temannya.
Ayah korban, Irvan (40), menceritakan bahwa anaknya diserang saat hendak pulang ke rumah selepas Magrib.
“Itu kan habis main ya, lalu pas pulang tiba-tiba ada yang ngejar gitu, tau-tau udah dibacok aja. Nah anak saya itu menangkisnya dengan lengan, karena dia pake sajam jadi anak saya terluka di lengan dan punggung,” ujar Irvan.
Menurut Irvan, para pelaku membuntuti anaknya menggunakan sepeda motor, bahkan sempat berteriak sebelum melakukan penyerangan.
“Yang jelas pakai motor N-Max sama Beat itu. Pas sudah bacok anak saya, terus dia balik lagi dari arah Nagrak. Awalnya juga dia sempat berteriak ‘woi’, anak saya takut sama temennya, terus dia kencengin motornya dan dikejar,” tambahnya.
Sementara itu, DN (13), teman korban yang menyaksikan langsung kejadian, membenarkan peristiwa tersebut.
“Pas di tanjakan ada yang ngejar, teriak pakai bahasa kasar. Kami panik, lari, pas belokan dibacok di situ. Temen saya nangkis pakai tangan. Pelaku bawa golok panjang sejenis gobang dan nutup muka pakai slayer. Mereka lima orang, naik dua motor, N-Max sama Beat bonceng tiga,” ungkap DN.
DN menegaskan dirinya dan korban tidak mengenal para pelaku. “Kami nggak kenal siapa mereka. Tiba-tiba aja neriakin, terus langsung nyerang. Kami panik, nggak sempat minta bantuan warga, langsung kabur,” katanya.
Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian lengan dan punggung hingga harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak.
Reporter: Suhendi Soek
Editor: Demi Pratama Adiputra







