Hujan Guyur Cibadak hingga Cidahu Rabu Malam, Angin Segar di Tengah Isu Kemarau dan Siklon Tropis

Hujan di Wilayah Nagrak Sukabumi. Rabu, (29/07/2026).

SUKABUMISATU.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, mulai dari Kecamatan Cibadak, Nagrak, hingga Cidahu pada Rabu malam (29/07/2026).

​Kedatangan hujan ini disambut lega oleh masyarakat di tengah rasa khawatir akan ancaman kemarau panjang serta maraknya isu badai siklon tropis yang beredar belakangan ini.

Durasi Hujan Bervariasi di Sejumlah Wilayah

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, intensitas dan durasi hujan yang melanda kawasan utara Sukabumi tersebut tercatat bervariasi di tiap kecamatan.

​Acep, salah seorang warga Kecamatan Nagrak, menuturkan bahwa hujan di wilayahnya mengguyur cukup awet hingga hampir empat jam lamanya.

Baca Juga  Waduh! Pasokan Berkurang, Harga Beras di Sukabumi Meroket

​”Hujan turun hampir 4 jam di wilayah Nagrak. Mulai dari sekitar pukul 19.00 sampai pukul 22.00 WIB,” ungkap Acep kepada media, Rabu malam.

​Kondisi serupa juga dirasakan di wilayah tetangga. Rifandi, warga Kecamatan Cidahu, mengonfirmasi bahwa wilayahnya turut diguyur hujan pada jam yang sama.

​”Di Cidahu juga hujan turun malam ini, durasinya sekitar 1 jam,” kata Rifandi.

Warga Cibadak Bersyukur di Tengah Crisis Air

​Di Kecamatan Cibadak, turunnya hujan disambut sukacita oleh warga setempat. Pasalnya, beberapa titik di kawasan Cibadak belakangan ini sudah mulai mengalami krisis air akibat cuaca kering.

Baca Juga  Perang Sarung Pakai Celurit, Sejumlah Remaja Diamankan Petugas di Cibadak Sukabumi

​Aldi, warga Cibadak, mengaku sangat bersyukur atas rahmat hujan yang turun pada Rabu malam ini.

​”Sangat bersyukur hujan akhirnya turun. Di Cibadak ini kondisinya sudah sangat krisis air, jadi hujan malam ini betul-betul membantu,” ujar Aldi.

Ditunggu Warga di Tengah Isu Cuaca Ekstrem

​Turunnya hujan ini seolah menjadi penyejuk di tengah kecemasan masyarakat Sukabumi. Belakangan, warga memang sempat dibayang-bayangi kekhawatiran dampak kemarau panjang serta isu potensi badai siklon tropis.

​Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem dan selalu menjaga ketersediaan air bersih secara bijak. (dm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *